6 Miliarder AI Muda Silicon Valley yang Meraih Kekayaan Melimpah
Published
·
4 Reads
Ledakan kecerdasan buatan (AI) di Silicon Valley melahirkan kelas miliarder baru yang masih muda dan menikmati gaya hidup mewah di California. Terdapat 6 sosok generasi baru miliarder teknologi muda AI di Silicon Valley yang meraih kekayaan luar biasa berkat pesatnya bisnis kecerdasan buatan.
- Lucy Guo (31 tahun: Co-founder ScaleAI) — Mengumpulkan kekayaan hingga USD 1,3 miliar setelah mendirikan ScaleAI pada usia 21 tahun. Ia membagi waktunya di Los Angeles dengan rumah mewah USD 30 juta di Hollywood Hills dan sebuah kondominium di Miami.
- Leopold Aschenbrenner (24 tahun: Investor AI) — Memiliki dana lindung nilai Situational Awareness LP dengan estimasi kekayaan bersih USD 300 juta. Pria kelahiran Jerman ini membeli rumah bersejarah seharga hampir USD 20 juta di Nob Hill, San Francisco.
- Brendan Foody, Adarsh Hiremath, Surya Midha (23 tahun: Co-founder Mercor) — Tiga mantan teman sekelas SMA ini mendirikan startup AI Mercor dengan valuasi mencapai USD 10 miliar, membuat masing-masing memiliki kekayaan sekitar USD 2,2 miliar.
- Steven Hao (30 tahun: Co-founder Cognition) — Mantan engineer Scale AI ini mendirikan Cognition AI yang meluncurkan Devin, dengan valuasi startup mencapai hampir USD 10,2 miliar dan kekayaan bersihnya berkisar USD 1,3 miliar.
- Aravind Srinivas (32 tahun: CEO Perplexity) — Mantan peneliti AI di Google dan OpenAI yang mendirikan mesin penjawab AI Perplexity, dengan kekayaan diperkirakan sekitar USD 2,1 miliar dan sering bertindak sebagai angel investor.
- Yuhuai Wu (31 tahun: Co-founder xAI) — Ikut mendirikan xAI sebelum diakuisisi SpaceX, dan baru-baru ini membeli rumah seharga USD 70 juta di San Mateo County serta rumah USD 12 juta di Los Altos.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author