APJII Sebut Kaum Milenial Dominasi Penggunaan Pinjol pada 2026
Generasi milenial tercatat menjadi kelompok masyarakat yang paling banyak memanfaatkan layanan pinjaman online atau pinjol saat ini. Fakta tersebut didasarkan pada temuan dari Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2026. Riset tersebut digarap oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Seperti dikutip dari Bloombergtechnoz, kebutuhan mendesak menjadi pendorong utama masyarakat dalam mengakses pembiayaan digital tersebut. Sebanyak 22,8% responden berpaling ke layanan pinjol untuk menyelesaikan urusan darurat. Keperluan itu mencakup biaya medis, pelunasan utang lain, serta pengeluaran mendadak yang tidak terantisipasi sebelumnya.
Faktor penarik berikutnya ditempati oleh pemenuhan kebutuhan logistik harian dengan porsi 18,3%. Selanjutnya, opsi belanja barang melalui skema cicilan tanpa kartu kredit mencatatkan persentase sebesar 17,6%.
Fleksibilitas dan kecepatan administrasi turut memicu tingginya minat masyarakat. Sebanyak 15,9% pengguna mengaku terpikat karena sistem pengajuan pinjol dinilai lebih praktis ketimbang lembaga keuangan konvensional. Insentif berupa promosi atau potongan harga dari pihak penyedia aplikasi memikat 10,3% pengguna. Sementara itu, 8,4% responden menggunakannya untuk melunasi tagihan rutin seperti pos listrik dan air.
Keterbatasan penetrasi perbankan konvensional dan kebutuhan modal usaha masing-masing mengantongi angka 2,3%. Adapun dorongan gaya hidup seperti sektor hiburan dan rekreasi berada di angka 2,0%, sedangkan pembelian pulsa hanya 0,1%. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat kelompok usia 29–44 tahun atau kaum milenial memegang porsi terbesar hingga 45,6%. Generasi Z yang berusia 13–28 tahun menyusul di urutan kedua dengan 35,7%.
Porsi Generasi Z tersebut mengalami penurunan dari survei tahun lalu yang bertengger di angka 41,5%. Sebaliknya, Generasi X usia 45–60 tahun naik menjadi 16,7% dari posisi 11,8% pada tahun 2025. Kelompok Baby Boomers dengan rentang umur 61–79 tahun menyumbang 2,0% dari total pengguna.
Di sisi lain, masyarakat dari generasi Pra Boomers berumur di atas 80 tahun hampir tidak memanfaatkan layanan ini. Dilihat dari tingkat upah bulanan, mayoritas nasabah pinjol merupakan masyarakat berpenghasilan Rp2,5 juta sampai Rp5 juta per bulan. Kelompok ini mendominasi hingga 53,5%, melonjak drastis dari angka 16,9% pada tahun lalu.
Masyarakat berpendapatan Rp1 juta hingga Rp2,5 juta berada di posisi kedua dengan 24,7%. Segmentasi gaji Rp7,5 juta sampai Rp10 juta mengambil porsi 20%, disusul kelompok berpenghasilan Rp5 juta hingga Rp7,5 juta sebesar 13,6%.
Pemanfaatan pinjol di kalangan ekonomi atas tergolong sangat rendah. Kelompok berpendapatan Rp10 juta hingga Rp15 juta hanya menyumbang 0,7%, sementara nasabah berpenghasilan di atas Rp15 juta berada di angka 0,2%.
Variasi Motivasi Lintas Generasi
Survei APJII turut memetakan variasi motivasi antar-generasi. Di kalangan Generasi Z, pemenuhan kebutuhan mendesak mendominasi di angka 21,2%, disusul belanja harian 19,4% dan cicilan tanpa kartu kredit 18,1%.
Pola serupa terjadi pada kaum milenial yang menempatkan kebutuhan mendesak sebagai alasan utama dengan 22,1%. Cicilan tanpa kartu kredit berada di urutan kedua sebesar 18,6% dan konsumsi harian 16,6%. Bagi Generasi X, aspek kebutuhan mendesak bahkan menjadi dorongan yang sangat dominan hingga mencapai 28,7%. Aktivitas belanja harian menyusul sebesar 20,7% dan fasilitas cicilan tanpa kartu kredit sebesar 13,8%.
Kondisi berbeda terlihat pada kelompok Baby Boomers. Kelompok ini menempatkan kebutuhan mendesak, fasilitas cicilan tanpa kartu kredit, serta kemudahan proses pengajuan pada porsi yang sama besar, yaitu masing-masing 19%.