Mikel Arteta Bawa Arsenal Juara Premier League Usai Penantian Panjang
Manajemen Arsenal memetik hasil dari kepercayaan jangka panjang mereka kepada Mikel Arteta setelah tim London Utara tersebut sukses mengamankan gelar juara Premier League pada Selasa malam waktu setempat.
Keberhasilan ini mengakhiri catatan buruk klub yang sempat menghabiskan 984 hari di puncak klasemen tanpa pernah menjadi juara sejak musim tidak terkalahkan pada 2003-04.
Kepemimpinan Arteta sempat diragukan setelah Arsenal menelan empat kekalahan beruntun di tiga kompetisi domestik pada April lalu, termasuk dua kekalahan dari pesaing utama mereka, Manchester City.
Namun, pihak manajemen yang dipimpin oleh Stan Kroenke dan Josh Kroenke tetap mempertahankan sang manajer yang direkrut sejak Desember 2019 tersebut.
Arteta menerapkan berbagai pendekatan unik untuk membangun budaya baru di klub, termasuk mendiskusikan representasi lingkungan kerja dengan para staf.
"That word, I didn't like it so it had to be changed," kata Arteta bulan lalu seperti dilansir dari The Guardian.
Pria asal Spanyol tersebut kemudian membeli sebuah pohon zaitun yang melambangkan akar sejarah klub sejak berdiri pada tahun 1886 serta cara tim menghadapi situasi sulit.
"In our environment it needs a lot of detail, a lot of attention," ujar Arteta.
Ia menambahkan bahwa pohon tersebut menjadi representasi makhluk hidup tentang bagaimana tim harus tetap bertahan dan saling merawat ketika situasi sulit atau badai datang melanda.
"Because it can fluctuate and one day the storm can come in. How do you react to that? It's easy when the sun is out and it has a lot of water it will be fine. But when it gets windy and it's frozen, how are we meant to look after that. And that was a way to represent that in a living thing," tutur Arteta.
Perubahan besar juga dilakukan Arteta saat melepas Pierre-Emerick Aubameyang pada Desember 2021 untuk membentuk skuad yang sesuai dengan visinya.
Langkah strategis berlanjut pada Maret lalu dengan penunjukan Andrea Berta sebagai direktur olahraga baru menggantikan Edu Gaspar untuk menyusun kedalaman skuad menghadapi krisis cedera.
Arsenal berinvestasi sebesar 250 juta poundsterling untuk mendatangkan delapan pemain baru, termasuk Eberechi Eze senilai 67,5 juta poundsterling dan Viktor Gyökeres seharga 64 juta poundsterling.
Lini pertahanan yang solid menjadi kunci utama setelah mereka menyamai rekor klub dengan catatan delapan clean sheet beruntun di semua kompetisi yang sempat terhenti oleh Sunderland pada November.
Meskipun sempat kalah dari Aston Villa pada Desember, Arsenal bangkit dengan menyapu bersih lima kemenangan beruntun di liga selama periode natal dan menjadi tim pertama yang memenangkan seluruh delapan laga fase grup Liga Champions.
Aspek bola mati di bawah arahan pelatih Nicolas Jover turut berkontribusi besar dengan menyumbang lebih dari sepertiga dari total 69 gol Arsenal musim ini.
"Probably the capacity to adapt to very difficult and demanding circumstances and still perform and win the amount of games that we've done," jawab Arteta pekan lalu saat ditanya mengenai hal yang paling memuaskan dari performa timnya musim ini.
Kemenangan ini sekaligus mematahkan prediksi para pengamat yang sempat meragukan mentalitas para pemain Arsenal setelah kalah bersaing dari Manchester City dan Liverpool dalam tiga musim terakhir.