Menkum Paparkan Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia
Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menghadiri 14th St. Petersburg International Legal Forum (ILF) di Rusia untuk memperkuat kerja sama hukum internasional. Dikutip dari Detikcom, Menkum memanfaatkan forum dunia tersebut untuk memaparkan pencapaian program Pos Bantuan Hukum Desa (Posbankum Desa).
Kehadiran ini menjadi partisipasi kedua bagi Indonesia dalam forum tersebut sekaligus menjadi ruang mempererat hubungan bilateral dengan Rusia. Dalam sesi Open Meeting of Justice Ministers pada Kamis (25/6/2026), Indonesia menawarkan pendekatan people-centered justice untuk memperluas akses keadilan.
Posbankum Desa kini telah diimplementasikan di seluruh desa di Indonesia guna mendekatkan pelayanan hukum bagi masyarakat. Program strategis ini direalisasikan sebagai bagian dari pemenuhan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Layanan yang disediakan melalui program ini meliputi pemberian informasi hukum, konsultasi, mediasi, advokasi, hingga rujukan ke advokat. Melalui skema tersebut, masyarakat diharapkan mampu memperoleh pendampingan hukum sejak tahap awal secara cepat, mudah, dan efektif.
"Program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni modernisasi sistem hukum tidak hanya tentang memanfaatkan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana layanan hukum dapat hadir lebih dekat, lebih mudah diakses, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ujar Supratman.
Di sela-sela agenda SPILF ke-14, Menkum Supratman menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Kehakiman Rusia Konstantin Chuychenko. Pembahasan berfokus pada pemindahan narapidana atau transfer of sentence persons (TSP) serta arbitrase internasional BRICS.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Jaksa Agung Federasi Rusia Aleksandr Gutsan guna memperkuat sinergi hukum antarnegara. Kemitraan ini mencakup aspek pertukaran informasi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penyelenggaraan kegiatan ilmiah.
Kolaborasi kedua negara juga diarahkan pada perluasan akses data serta informasi hukum demi mendongkrak kualitas pelayanan publik. Langkah diplomasi hukum ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memperluas jejaring internasional serta memperkokoh kemitraan bilateral.
Dalam kunjungan kerja ke Rusia ini, Menkum didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum Nico Afinta. Turut hadir pula Wakil Duta Besar untuk Rusia Hartyo Harkomoloyo serta Kepala Badan Strategi Kebijakan Andry Indrady.