Menkes Tanggapi Kasus Nakes Berkomentar Nirempati di Media Sosial

Share

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyayangkan dugaan aksi perundungan dan sikap nirempati yang dilakukan oknum tenaga kesehatan terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan di media sosial, dilansir dari HaiBunda. Peristiwa ini bermula dari keluhan pasien terkait lamanya antrean rumah sakit yang direspons negatif oleh sejumlah nakes hingga pasien tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Aksi perundungan di media sosial tersebut disinyalir memperburuk kondisi kesehatan mental korban sebelum wafat. Menanggapi fenomena ini, pemerintah berencana melakukan penelusuran lebih lanjut terkait status kepegawaian para nakes yang terlibat.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengaku prihatin atas rendahnya rasa empati dari para petugas medis yang melayani masyarakat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (6/8/2026).

"Saya sedih sekali, melihat tenaga kesehatan itu dan juga tenaga-tenaga profesi lainnya yang melayani masyarakat itu harus memiliki empati yang baik. Kasihan masyarakat kita kalau kita kemudian tidak, kita nirempati seperti itu," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Pemerintah kini sedang mengidentifikasi identitas para pelaku untuk menentukan langkah penindakan hukum atau sanksi administratif yang sesuai.

"Tindakan selanjutnya, nanti kita akan cek apakah yang bersangkutan statusnya itu pegawai atau masih pelajar," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Sementara itu, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) telah mendata belasan akun nakes dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari PNS, swasta, hingga dokter gigi yang melontarkan komentar pedas di platform Threads.

"Kita bisa tahu semua di media sosial kan. PNS ada, swasta ada. Dokter gigi ada," kata Pimpinan KKI Muhammad Syahril.

KKI menyebutkan bahwa jumlah nakes yang masuk dalam daftar pemeriksaan berpotensi bertambah seiring penelusuran rekam jejak digital yang terus dilakukan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author