Mengenal Posisi Mating Press dan Risiko Variasi Misionaris Ini
Posisi mating press belakangan banyak dibahas oleh pasangan suami istri. Variasi dari posisi misionaris ini menawarkan kontak tubuh yang lebih dekat sekaligus penetrasi yang dinilai lebih dalam.
Banyak pilihan posisi seks tersedia untuk pasangan suami istri, dan mereka tidak harus selalu memilih gerakan yang rumit. Hal terpenting adalah kedua belah pihak merasa intim dan sama-sama bahagia saat berhubungan.
Beberapa terapis seks menilai posisi mating press bisa membantu pasangan lebih mudah berkomunikasi. Hal ini terjadi karena adanya intensitas tinggi dalam kontak mata dan sentuhan tubuh, seperti dikutip dari HaiBunda.
Posisi mating press adalah variasi sederhana dari posisi misionaris. Terapis seks bersertifikat di Nova Southeastern University, Rachel Needle, menjelaskan bahwa posisi ini memungkinkan kontak kulit, pelukan, hingga tatapan mata lebih intens dibanding gaya lainnya.
Sudut tubuh yang berubah membuat penetrasi juga bisa terasa lebih dalam saat pasangan mempraktikkannya.
"Yang semuanya bisa sangat menggairahkan," kata Needle dilansir dari WomensHealtMag.
Peningkatan keintiman ini menjadi nilai tambah yang dapat membantu pasangan jangka panjang menghidupkan kembali percikan seksual dalam hubungan mereka. Sementara itu, terapis seks Ian Kerner menambahkan bahwa posisi berbasis misionaris sering dianggap intim karena menghadirkan rasa dekat dan koneksi emosional.
Selain itu, posisi mating press kerap dikaitkan dengan stimulasi area sensitif tertentu akibat sudut penetrasi yang berbeda dari biasanya.
Risiko dan Efek Samping
Meskipun terdengar menarik, tidak semua orang merasa nyaman melakukan gerakan ini. Gaya ini membutuhkan fleksibilitas yang baik pada bagian kaki dan pinggul.
Pada sebagian pasangan, posisi ini dapat menimbulkan rasa pegal pada paha, pinggang, atau lutut. Ketidaknyamanan juga bisa muncul jika penetrasi terasa terlalu dalam bagi salah satu pihak.
Risiko lainnya meliputi kram otot jika terlalu lama mempertahankan posisi, nyeri di area panggul, hingga risiko cedera ringan jika dilakukan terlalu agresif.Para ahli seks mengingatkan pentingnya tetap berkomunikasi selama mencoba posisi baru. Jika mulai muncul rasa sakit atau tidak nyaman, pasangan sebaiknya segera mengubah posisi atau berhenti sejenak.
"Dengan penerima dalam posisi yang rentan secara fisik dan pemberi menahannya di tempatnya dengan berat badannya, posisi ini secara alami akan mengarah pada intensitas dan dominasi," kata Needle.
Ibu hamil, orang dengan cedera punggung, masalah panggul, atau gangguan sendi tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba posisi yang memberi tekanan cukup besar pada tubuh ini.
Cara Melakukan Gerakan Mating Press
Langkah pertama, pasangan penerima berbaring telentang di atas kasur. Kemudian, pasangan penerima meletakkan satu kaki di masing-masing bahu pasangan pemberi dan meluruskannya hingga membentuk huruf 'V'.
Selanjutnya, pasangan pemberi melakukan penetrasi dari atas untuk mengendalikan kedalaman dan ritme. Tubuh ditopang menggunakan tangan dan lutut saat berada di atas pasangan.
Penetrasi dilakukan secara perlahan sambil terus menyesuaikan ritme dan kenyamanan masing-masing pasangan.
Beberapa pasangan memilih menaruh bantal di bawah pinggul agar posisi terasa lebih nyaman. Modifikasi yang lebih ringan juga bisa dilakukan jika posisi asli terasa terlalu melelahkan, misalnya dengan mengangkat satu kaki saja atau menekuk lutut demi mengurangi tekanan tubuh.
Tips dan Trik Kenyamanan
Melakukan penetrasi secara perlahan di awal sangat disarankan karena posisi ini menghasilkan tekanan yang cukup dalam. Ritme lambat membantu tubuh beradaptasi sekaligus mengurangi rasa tidak nyaman.
Penggunaan bantal di bawah pinggul atau punggung juga efektif membantu mengurangi tekanan langsung pada tubuh. Pasangan sebaiknya tidak memaksakan fleksibilitas jika tidak nyaman mengangkat kaki terlalu tinggi ke bahu.
Komunikasi memegang peranan penting untuk saling memberi tahu jika ritme terlalu cepat, terlalu dalam, atau mulai terasa pegal. Jika diperlukan, penggunaan pelumas dapat membantu mengurangi gesekan berlebih agar hubungan intim terasa lebih nyaman.