Mengenal Peradangan Kulit dan Berbagai Penyebab Utamanya

Share

Kemunculan ruam, kemerahan, bengkak, hingga rasa gatal pada area permukaan tubuh menjadi tanda umum terjadinya peradangan kulit. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja serta berpotensi memburuk jika pemicunya tidak dikenali sejak dini. Sebagaimana dilansir dari Detik Health, mekanismenya bermula saat sistem kekebalan tubuh merespons pemicu tertentu.

Sel imun melepaskan senyawa kimia yang melebarkan pembuluh darah, sehingga area terdampak mengalami reaksi kemerahan dan hangat. Respons kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap benda asing seperti makanan, debu, atau sabun dapat memicu reaksi alergi. Pelepasan senyawa kimia spesifik menjadi pendorong utama timbulnya keluhan tersebut.

"Kulit menjadi merah, bengkak, gatal, dan terkadang terasa hangat atau perih," ucap dr Ruri D. Pamela, SpDVE, FINSDV.

Dokter Ruri menambahkan, alergi bisa menyebabkan peradangan lantaran sistem imun bereaksi berlebihan terhadap alergen, sehingga pada akhirnya melepaskan zat peradangan seperti histamin. Reaksi tersebut membuat pembuluh darah melebar, menyebabkan kemerahan, bengkak, dan gatal. "Itu semua adalah tanda peradangan," katanya.

Bentuk alergi kulit yang kerap dijumpai antara lain eksim yang memicu ruam bersisik, serta biduran yang menimbulkan benjolan gatal. Penanganannya membutuhkan pelembab khusus atau steroid topikal sesuai saran medis. Selain alergi, serangan mikroorganisme juga menjadi penyebab umum. Penyakit seperti impetigo yang dipicu bakteri, selulitis pada area kaki, hingga kurap akibat jamur merupakan contoh infeksi yang memicu reaksi radang.

Pengobatan infeksi bakteri umumnya menggunakan antibiotik oral maupun infus untuk kasus berat. Sementara itu, masalah akibat jamur dapat diatasi dengan aplikasi salep antijamur secara teratur. Faktor lain yang patut diwaspadai adalah fotosensitivitas, yaitu sensitivitas berlebih terhadap paparan sinar matahari akibat penggunaan obat atau produk perawatan tertentu.

Gejalanya meliputi ruam merah hingga lepuhan berisi cairan pada area yang terpapar sinar ultraviolet. Disfungsi sistem imun atau kondisi autoimun juga menjadi pemicu serius peradangan kulit. Penyakit seperti psoriasis, lupus, hingga celiac dapat mengarahkan serangan imun ke jaringan tubuh yang sehat.

Meskipun gangguan autoimun bersifat permanen, keluhan pada permukaan kulit biasanya tetap dapat diringankan melalui penggunaan krim medis sesuai tingkat keparahan gejala.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author