Mengenal Lightening Saat Perut Ibu Hamil Turun Jelang Persalinan
Proses kehamilan selalu membawa adaptasi tersendiri bagi setiap ibu, terutama saat memasuki trimester akhir menjelang persalinan. Salah satu kondisi yang kerap dirasakan oleh ibu hamil adalah penurunan posisi perut. Dilansir dari HaiBunda, sebagian ibu hamil dapat merasakan perutnya mulai turun pada minggu ke-35 kehamilan.
Fenomena perut turun atau dalam istilah medis disebut lightening merupakan kondisi ketika bayi bergerak ke panggul sebagai persiapan persalinan. Pengalaman kehamilan pertama bisa berbeda dengan kehamilan berikutnya. Ibu yang baru pertama kali hamil biasanya mendapati perut turun sekitar dua hingga empat minggu sebelum persalinan, sedangkan pada kehamilan berikutnya kondisi ini sering kali baru terjadi saat persalinan dimulai.
Saat bayi bergerak ke bawah, ibu hamil akan memiliki lebih banyak ruang di tulang rusuk sehingga merasa benar-benar lebih ringan. Tim medis memiliki metode khusus untuk memastikan fase ini melalui pemeriksaan fisik berkala.
"Tim medis juga akan mengukur tinggi fundus setiap kunjungan (jarak dari tulang kemaluan ke bagian atas rahim, yang seharusnya berukuran dalam sentimeter kira-kira setara dengan berapa minggu usia kehamilan). Setelah terus meningkat sepanjang kehamilan, pengukuran ini akan menurun ketika bayi telah masuk ke panggul, karena bayi telah bergerak lebih rendah di tubuh," kata Kristin Cohen, DNP, seorang bidan dan praktisi perawat kesehatan di New Jersey. Fase ini memberikan kenyamanan tersendiri bagi ibu hamil karena tekanan pada diafragma berkurang. Kondisi tersebut membuat proses bernapas menjadi lebih lega dan aktivitas makan terasa sedikit lebih nyaman.
Gejala dan Fleksibilitas Waktu Lightening
Penurunan posisi perut bukan menjadi tolok ukur pasti bahwa persalinan akan segera terjadi dalam waktu dekat. Begitu pula sebaliknya, posisi bayi yang belum turun bukan berarti proses melahirkan masih sangat jauh. "Lightening dapat terjadi beberapa minggu atau bahkan hanya beberapa jam sebelum persalinan," kata Dr Sanaz Ghazal, MD, FACOG, seorang obgyn dan spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Orange Country, California.
Proses bergeraknya bayi ke posisi optimal di panggul ini dipengaruhi oleh perubahan anatomis pada rahim ibu. Hal ini memicu serangkaian gejala fisik yang dapat dirasakan langsung. "Proses ini terjadi akibat dari pelunakan pada segmen bawah rahim," jelas Skyler Jacobs, CNM, seorang bidan di Georgia.
Beberapa tanda nyata dari proses lightening meliputi peningkatan frekuensi buang air kecil akibat tekanan pada kandung kemih, ketidaknyamanan saat berjalan, hingga munculnya wasir. Di sisi lain, ibu hamil dapat makan lebih banyak tanpa cepat kenyang dan terbebas dari rasa panas di dada.
Perbedaan waktu penurunan posisi juga dipengaruhi oleh riwayat persalinan sebelumnya. Dokter spesialis kandungan memberikan catatan mengenai variasi waktu tersebut.
"Bunda pertama kali biasanya mengalami lightening berminggu-minggu sebelum persalinan. Namun, untuk pasien yang pernah memiliki bayi sebelumnya, penurunan terjadi selama persalinan atau tepat pada awal persalinan," kata Dr Cynthia Rios, MD, seorang obgyn di Houston Methodist Obstetrics and Gynecology Associates di Texas.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Meskipun perut turun dan nyeri panggul pada trimester ketiga merupakan kondisi yang normal, pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk beberapa gejala spesifik. Ibu hamil disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan nyeri panggul yang terjadi secara terus-menerus atau teratur.
Kewaspadaan ekstra juga wajib ditingkatkan apabila rasa nyeri tersebut disertai dengan gejala klinis lain. Hubungi layanan medis jika muncul perdarahan, kehilangan cairan ketuban, hingga demam tinggi.