Mengenal Hyrox Olahraga Kebugaran yang Viral Mirip Aktivitas Kuli
Tren olahraga kebugaran Hyrox sedang naik daun di Indonesia. Namun, muncul candaan di masyarakat yang menyebut kompetisi fitness racing ini sebagai olahraga kuli versi mewah.
Gerakan dalam perlombaan ini dinilai menyerupai aktivitas fisik pekerja bangunan. Sandbag lunges misalnya, dianggap mirip dengan gerakan memikul sak semen.
Dilansir dari Detik Health, Hyrox merupakan format kompetisi kebugaran global yang memadukan dua unsur utama. Unsur tersebut adalah olahraga lari dan latihan fungsional.
Format kompetisi ini diterapkan secara seragam di seluruh dunia. Para peserta wajib berlari sepanjang 1 kilometer yang kemudian diikuti dengan satu jenis latihan fungsional.
Pola tersebut harus diulang sebanyak 8 kali oleh peserta. Secara keseluruhan, kompetisi ini menyajikan total lari 8 kilometer dan 8 macam latihan kekuatan.
Terdapat 8 tantangan latihan fungsional yang wajib diselesaikan secepat mungkin oleh peserta. Tantangan tersebut meliputi SkiErg, Sled Push, Sled Pull, dan Burpee Broad Jumps.
Latihan berikutnya adalah Rowing, Farmers Carry, Sandbag Lunges, serta Wall Balls. Berbagai gerakan ini memang memiliki kemiripan fisik dengan aktivitas pekerja bangunan.
Sebagai contoh, farmers carry mirip dengan pekerja yang membawa ember semen. Sementara itu, gerakan sled push mempunyai mekanisme serupa dengan mendorong gerobak pasir.
Prinsip gerakan Hyrox dan aktivitas pekerja bangunan memang memiliki kesamaan fungsional. Keduanya melibatkan kekuatan, daya tahan, serta kemampuan memindahkan beban dari satu titik ke titik lain.
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO menjelaskan bahwa kedua aktivitas tersebut tidak dapat disamakan begitu saja meski gerakannya mirip.
"Gerakannya mirip-mirip, tapi kan namanya latihan fisik nggak bisa disamain dengan kerjaan. Kalau kuli kan melempar sak semen, kan seperlunya saja. Artinya, yang dibutuhkan dua sak semen, ya dua sak semen," kata dr Andhika saat dihubungi detikcom, Rabu (1/7/2026).
Latihan fisik dalam kompetisi ini memiliki skema yang terukur. Jenis latihan sirkuit tersebut mempunyai standarisasi yang jelas untuk setiap fasenya.
"Kalau latihan sirkuit kayak Hyrox itu kan jelas ada repetisinya, bebannya juga harus ditentukan, ngejar berapa repetisi, berapa setnya kan semuanya terukur dan terstandarisasi," sambungnya.
Khasiat Metode Functional Training
Berbagai gerakan di dalam kompetisi Hyrox menerapkan prinsip functional training. Metode ini melatih gerakan yang fungsional untuk mendukung aktivitas sehari-hari manusia.
Latihan fungsional melatih tubuh sebagai satu kesatuan yang utuh. Hal ini berbeda dengan bodybuilding konvensional yang hanya mengisolasi satu otot dan persendian.
Satu gerakan fungsional dapat melibatkan beberapa kelompok otot sekaligus. Dr Andhika menyebut olahraga ini memiliki sifat hybrid yang baik untuk organ tubuh.
"Hyrox dia lebih hybrid, dia bagus buat melatih secara bersamaan baik si kardio respirasinya atau jantung-paru, tapi di saat itu juga melatih otot," kata dr Dhika.
Latihan ini memberikan dua keuntungan sekaligus dalam satu sesi. Peserta bisa mendapatkan manfaat kardio sekaligus latihan kekuatan otot secara bersamaan.
"Jadi secara manfaatnya, di satu latihan bisa mendapat dua benefit. Kardio dapet, strength training dapet," sambungnya.
Meskipun bermanfaat, olahraga berat ini memerlukan persiapan fisik dan mental yang matang. Tidak semua orang langsung siap untuk mengikuti kompetisi kebugaran intensitas tinggi.
"Yang perlu diingat adalah tidak semua orang siap gitu untuk melakukan latihan-latihan kompetisi kayak gini," katanya.
Bagi pemula, fokus utama harus diarahkan pada kebenaran postur gerakan terlebih dahulu. Keamanan tubuh menjadi prioritas sebelum mengejar kecepatan waktu.
"Ada yang mungkin gerakannya masih perlu dituntun, yang kemudian mungkin form-nya masih belum baik, ya fokus ke form-nya dulu. Nggak yang kemudian ngejar sekian repetisi dalam waktu sesingkat-singkatnya," tutur dr Andhika.