Mengatasi Kulit Bayi Mengelupas dengan Menjaga Kelembapan Alami
Kesehatan dan kelembapan kulit bayi perlu dijaga dengan baik oleh orang tua. Hal ini penting karena kulit anak cenderung masih sangat sensitif, sehingga lebih rentan menjadi kering dan mengalami pengelupasan. Kondisi kulit kering pada bayi umumnya bukan hal yang berbahaya.
Masalah ini biasanya kerap terjadi saat cuaca dingin, paparan udara kering, atau akibat durasi mandi yang terlalu lama. Hampir sebagian besar bayi akan mengalami kulit kering sesekali, seperti dilansir dari HaiBunda berdasarkan informasi dari What to Expect. Laparan suhu dingin dan udara kering dapat mengurangi kelembapan alami kulit anak.
Sering berendam atau mandi terlalu lama menggunakan air hangat juga rentan memicu kondisi ini. Selain itu, faktor genetik dapat membuat sebagian bayi memiliki lapisan pelindung kulit yang kurang efektif mempertahankan kelembapan.
Dokter anak, Gary Reschak, MD, menjelaskan bahwa bayi baru lahir sedang beradaptasi dengan lingkungan luar setelah berbulan-bulan di dalam cairan ketuban. Faktor inilah yang membuat kulit mereka sangat sensitif dan mudah kehilangan kelembapan. "Bayi baru lahir sedang beradaptasi dengan lingkungan luar setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan di dalam cairan ketuban. Jadi, kulit mereka masih sangat sensitif dan mudah kehilangan kelembapan," kata Gary Reschak, MD.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa area kulit kering dapat muncul di mana saja. Meski begitu, kondisi kasar, mengelupas, atau garis halus ini paling sering ditemukan pada tangan, kaki, wajah, serta bibir. Kulit yang sangat kering dapat memicu iritasi. Hal tersebut kemudian membuat bayi menggaruk dan memperparah rasa gatal yang dirasakannya.
Terdapat beberapa kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko kulit mengelupas pada bayi baru lahir. Kondisi tersebut meliputi eksim atau dermatitis atopik yang menyebabkan peradangan, kemerahan, dan iritasi kulit. Ada pula cradle cap atau dermatitis seboroik yang memicu kulit bersisik dan bercak kekuningan berminyak di kulit kepala.
Selain itu, dermatitis kontak akibat pemicu seperti pewangi, serta iktiosis yang membuat kulit kasar seperti bersisik. Kulit kering dan eksim memiliki perbedaan tampilan yang khas. Kulit kering biasa umumnya hanya terlihat kasar, sedangkan eksim disertai peradangan kemerahan bahkan bintil kecil berisi cairan yang dapat pecah.
Eksim juga kerap muncul di area spesifik yang jarang kering, seperti belakang telinga, lipatan siku, dan belakang lutut. Eksim juga mudah kambuh akibat pemicu lain seperti air liur, susu, keringat, debu, atau deterjen.
Untuk mengatasi kulit mengelupas di rumah, orang tua disarankan menghindari penggunaan air yang terlalu panas saat memandikan bayi. Gunakan air suam-suam kuku dan bersihkan tubuh anak tanpa menggosoknya menggunakan handuk. Oleskan pelembap bertekstur tebal, pekat, dan hipoalergenik segera setelah mandi.
Pastikan juga hidrasi anak terpenuhi melalui ASI atau susu formula, serta pasang humidifier jika udara kamar terlalu kering. Gunakan pakaian berbahan katun yang lembut agar tidak memicu gesekan pada kulit. Jika kulit bayi tetap mengelupas, meluas, atau tampak sangat gatal, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.