Mendikdasmen Percepat Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra

Share

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan proyek perbaikan satuan pendidikan di area terdampak bencana wilayah Sumatra telah berjalan pada Rabu (10/6/2026). Upaya pemulihan fasilitas pendidikan tersebut mencakup wilayah Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat, seperti dilansir dari Detikcom.

Pengumuman ini disampaikan di sela peresmian program Revitalisasi SDN Cimahpar 5 dan SDN Leuwibatu 02 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Secara keseluruhan, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 14 triliun pada tahun 2026 untuk memperbaiki 11.744 satuan pendidikan dengan prioritas wilayah bencana, rusak berat, dan daerah 3T.

"Sudah berjalan juga (sekolah yang terdampak bencana), sudah mulai berjalan," tutur Abdul Mu'ti, Mendikdasmen.

Menteri Mu'ti menegaskan bahwa program perbaikan sarana ini akan terus dilangsungkan secara merata di seluruh Indonesia sesuai dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Ya, revitalisasi kan jalan terus sesuai arahan Pak Presiden. Tahun ini kan yang sudah kita laksanakan revitalisasi dengan anggaran Rp 14 triliun itu dialokasikan untuk 11.744 satuan pendidikan, sekarang sudah mulai berjalan," sebut Abdul Mu'ti, Mendikdasmen.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menambah target kuota perbaikan hingga mencapai 60 ribu satuan pendidikan. Kebijakan ini membuat total sekolah yang akan direvitalisasi meningkat menjadi 71.744 unit dengan tetap mempertahankan sistem swakelola pekerja lokal.

"Sehingga kalau kita pakai asumsi tahun 2025, satu satuan pendidikan itu mempekerjakan minimal 10 orang. Nah, kalau kita bisa membangun tahun ini 71.744, insyaallah bisa terserap lapangan kerja untuk 710.000 pekerja. Bahkan mungkin bisa lebih," ujar Abdul Mu'ti, Mendikdasmen.

Penerapan sistem swakelola dirancang agar sekolah dapat menyerap tenaga kerja setempat dan membelanjakan anggaran di toko bangunan sekitar. Jumlah penyerapan tenaga kerja dipastikan bervariasi bergantung pada skala kerusakan dan kebutuhan renovasi masing-masing institusi.

"Dengan revitalisasi ini tidak hanya sekolahnya dibangun, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan juga insyaallah menggerakkan ekonomi di masyarakat," tandas Abdul Mu'ti, Mendikdasmen.

Sebagai informasi tambahan, rangkaian proyek ini diawali sejak momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 lewat peletakan batu pertama. Alokasi dana untuk SDN 05 Cimahpar Kota Bogor tercatat sebesar Rp 2,6 miliar untuk pengerjaan ruang kelas baru, UKS, serta ruang administrasi.

Sementara itu, pengerjaan fasilitas di Kabupaten Bogor difokuskan pada pembangunan ruang kelas baru serta sarana sanitasi yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

"Kami mendapatkan bantuan Rp 3,5 miliar. Bantuan ini digunakan untuk membangun 12 ruang kelas baru dan sanitasi (toilet)," kata Sudrajat, Kepala Sekolah SDN 02 Leuwibatu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author