Mendag Budi Santoso Bahas Peningkatan Perdagangan IUAE CEPA di India

Share

Menteri Perdagangan Budi Santoso menggelar pertemuan bilateral bersama Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab Thani bin Ahmed Al Zeyoudi pada Jumat di Jaipur, India. Pertemuan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement.

Dilansir dari Detik Finance, kerja sama ekonomi tersebut telah memasuki tahun ketiga sejak resmi berlaku pada 1 September 2023. Pemerintah menilai implementasi perjanjian ini memberikan dampak positif terhadap hubungan perdagangan kedua negara, meski masih terdapat potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya.

Berdasarkan catatan perdagangan periode Januari hingga Juni 2026, total nilai transaksi kedua negara mencapai 3,14 miliar dolar AS. Angka tersebut terdiri dari ekspor Indonesia sebesar 1,76 miliar dolar AS dan nilai impor sebesar 1,38 miliar dolar AS.

Pencapaian ini melanjutkan tren positif dari tahun 2025, saat total perdagangan mencatatkan angka 6,42 miliar dolar AS. Pada periode tersebut, Indonesia mengantongi surplus sebesar 1,63 miliar dolar AS berkat capaian ekspor 4,02 miliar dolar AS dan impor 2,39 miliar dolar AS.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke UEA didominasi oleh perhiasan, lemak dan minyak hewani atau nabati, kendaraan, mesin listrik, serta besi dan baja. Sebaliknya, Indonesia mengimpor perhiasan, garam, belerang, aluminium, amunisi, dan produk plastik dari UEA.

"Perjanjian IUAE-CEPA menjadi katalis yang mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan ekonomi kita ke tingkat yang lebih maju. Saya meyakini masih terdapat ruang yang sangat besar untuk semakin meningkatkan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi melalui pemanfaatan IUAE-CEPA secara optimal," ujar Mendag Budi Santoso.

Upaya optimalisasi ini sebelumnya telah diawali melalui pembahasan dalam forum Joint Committee Meeting pertama serta beberapa komite teknis pendukung pada 15 hingga 17 Oktober 2024. Forum tersebut menghasilkan sejumlah poin kesepakatan tindak lanjut di bidang perdagangan barang dan ekonomi Islam.

"Saya berharap Joint Committee Meeting kedua tahun ini dapat menjadi momentum untuk menyelesaikan seluruh isu implementasi yang masih tersisa dengan cepat. Saya percaya Indonesia dan UEA memiliki komitmen yang sama untuk memaksimalkan manfaat IUAE-CEPA. Dengan meningkatnya pemanfaatan perjanjian, maka partisipasi dunia usaha akan semakin luas serta hubungan dagang dan investasi kedua negara akan semakin kuat," jelas Mendag Budi Santoso.

Kedua pihak juga menyempatkan diri membahas beberapa poin teknis, meliputi skema Tariff Rate Quota, mekanisme transshipment, hingga penanganan kasus antidumping produk kopolimer. Indonesia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh hambatan pelaku usaha sesuai prinsip perdagangan global.

"Indonesia berkomitmen menjaga implementasi IUAE-CEPA tetap transparan, akuntabel, dan sejalan dengan ketentuan perjanjian maupun prinsip Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Indonesia juga terbuka untuk terus berdialog dalam menyelesaikan berbagai isu implementasi yang dihadapi pelaku usaha kedua negara," tambah Mendag Budi Santoso.

Sebagai langkah konkrit, pihak UEA berencana membawa rombongan pengusaha menuju Jakarta guna menjajaki peluang bisnis secara langsung dengan para pelaku usaha lokal.

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan IUAE-CEPA secara lebih optimal. Untuk itu, kami berencana membawa delegasi bisnis UEA ke Indonesia dan bertemu dengan pelaku usaha Indonesia. Kami harap, upaya ini dapat mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan melalui perjanjian ini," ujar Menteri Thani bin Ahmed Al Zeyoudi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author