Membandingkan Kandungan Protein Ayam dan Telur Mana Lebih Unggul
Daging ayam dan telur kerap menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Meski keduanya tergolong sumber protein hewani yang populer, profil nutrisi dan jumlah kalori di antara keduanya memiliki perbedaan signifikan.
Asupan protein yang cukup dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan massa otot, mempercepat proses penyembuhan, serta memberikan rasa kenyang lebih lama. Penjelasan ahli gizi yang dilansir dari Detik Food memaparkan perbandingan gizi dari kedua bahan pangan tersebut.
Dada ayam tanpa kulit dan telur rebus sama-sama menjadi sumber gizi yang tinggi. Kendati demikian, takaran protein di dalam dada ayam tercatat lebih tinggi dibanding telur.
Dalam 100 gram dada ayam matang terkandung sekitar 31 gram protein. Sementara itu, 100 gram telur rebus hanya menyimpan sekitar 13 gram protein.
Perbedaan tingkat kalori antara kedua bahan ini terbilang cukup tipis. Porsi 100 gram dada ayam memuat sekitar 165 kalori, sedangkan telur rebus dengan berat yang sama menyumbang sekitar 155 kalori.
Keunggulan Dada Ayam untuk Tambahan Protein
Dada ayam menjadi pilihan tepat bagi individu yang ingin memaksimalkan asupan protein tanpa menambah banyak kalori. Bahan makanan ini mampu menyuplai protein dalam jumlah tinggi secara efisien.
Selain protein, dada ayam kaya akan vitamin B3, vitamin B6, fosfor, dan selenium. Deretan nutrisi ini berperan dalam mendukung sistem metabolisme, kekebalan tubuh, serta fungsi otot.
Riset pada American Journal of Clinical Nutrition mengemukakan bahwa konsumsi tinggi protein membantu meningkatkan rasa kenyang. Pola makan tersebut turut membantu proses pengelolaan berat badan.
Kandungan Nutrisi Telur bagi Kesehatan
Walaupun total proteinnya berada di bawah dada ayam, telur menawarkan ragam nutrisi penting lainnya. Ahli gizi asal India, Shalini Sudhakar, menyarankan agar tidak membuang bagian kuning telur saat mengonsumsinya.
"Jangan membuang kuning telur karena mengandung vitamin A, D, E, B12 serta kolin yang penting bagi tubuh," jelas Shalini Sudhakar.
Telur menjadi salah satu pendorong asupan kolin alami yang berguna menjaga fungsi otak tetap optimal. Publikasi pada jurnal Nutrients juga mencatat keberadaan antioksidan lutein dan zeaxanthin di dalam telur yang bermanfaat menjaga kesehatan mata.
Menyesuaikan Pilihan dengan Kebutuhan Tubuh
Pemilihan antara dada ayam dan telur dapat disesuaikan dengan tujuan kesehatan masing-masing individu. Dada ayam sangat cocok untuk mendukung pembentukan massa otot karena kadar proteinnya yang tinggi dengan kalori relatif rendah.
Di sisi lain, telur sangat sesuai bagi mereka yang memerlukan kombinasi protein beserta vitamin dan mineral secara praktis. Ahli gizi klinis Dr. Rupali Datta turut membagikan pandangannya mengenai konsumsi telur dalam menu harian.
"Jangan hanya fokus pada kolesterol, tetapi lihat keseluruhan pola makan," ujarnya.