McDonalds Tunjuk Skye Anderson Jadi Presiden AS di Tengah Tekanan Pasar
McDonalds Corporation resmi menunjuk Skye Anderson sebagai Presiden McDonalds Amerika Serikat pada Selasa (4/8/2026). Anderson bertugas memimpin hampir 14.000 restoran di pasar terbesar perusahaan tersebut untuk mengunci pertumbuhan jangka panjang.
Langkah kepemimpinan baru ini dilakukan di tengah melambatnya kinerja bisnis akibat penurunan trafik konsumen global dan dampak inflasi berkelanjutan yang melanda industri restoran cepat saji.
Anderson menggantikan Joe Erlinger yang memutuskan mundur setelah lebih dari dua dekade berkarier di McDonalds. Sebelumnya, Anderson menjabat sebagai Chief Operating Officer dan telah berpengalaman selama 26 tahun di perusahaan tersebut.
Chief Executive Officer McDonalds Corporation Chris Kempczinski menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan baru serta dedikasi pejabat terdahulu.
"Skye menggabungkan disiplin operasional yang mendalam dengan pertimbangan keuangan yang kuat serta telah mendapatkan kepercayaan dari Pemilik/Operator, pemasok, dan karyawan," kata Chris Kempczinski, Chairman dan Chief Executive Officer McDonalds Corporation.
Kempczinski menegaskan pentingnya eksekusi strategi operasional di tingkat restoran secara langsung demi mempercepat kinerja pasar domestik.
"Saat kita menghidupkan McDonalds NEXT, bisnis AS memiliki peran penting untuk menerjemahkan ambisi kita menjadi tindakan bagi pelanggan, kru, dan Pemilik/Operator," kata Chris Kempczinski, Chairman dan Chief Executive Officer McDonalds Corporation.
Ia juga memuji kontribusi Joe Erlinger yang dinilai berhasil memperkuat kapabilitas digital dan fondasi waralaba selama tujuh tahun memimpin pasar AS.
"Joe telah memberikan dampak yang luar biasa bagi McDonalds selama lebih dari 20 tahun kariernya," kata Chris Kempczinski, Chairman dan Chief Executive Officer McDonalds Corporation.
Di bawah kepemimpinan Anderson, fokus utama perseroan adalah memperkuat penawaran nilai bagi pelanggan serta memperbaiki pengalaman operasional harian di seluruh gerai.
"McDonalds selalu berada pada kondisi terbaiknya saat kami memanfaatkan kekuatan Sistem unik kami untuk melayani pelanggan dan komunitas," kata Skye Anderson, Presiden McDonalds AS.
Perubahan kepemimpinan ini terjadi bertepatan dengan rilis laporan keuangan kuartal kedua yang mencatatkan pertumbuhan penjualan sejenis di AS hanya sebesar 0,8 persen.
Chief Financial Officer McDonalds Ian Borden memaparkan kondisi industri cepat saji yang mengalami tekanan hebat dari penurunan jumlah kunjungan konsumen.
"Penjualan sejenis secara global tumbuh 1,3 persen, mencerminkan lingkungan konsumen yang penuh tantangan di mana trafik industri QSR di beberapa pasar terbesar kami terus datar hingga negatif," kata Ian Borden, Chief Financial Officer McDonalds.
Tekanan ini memaksa perusahaan menunda target pencapaian 50.000 restoran global dari tahun 2027 menjadi tahun 2028.
"Karena lingkungan konsumen yang tertekan saat ini, ditambah dengan dampak inflasi kumulatif pada biaya pengembangan, kami sekarang berharap dapat mencapai 50.000 restoran secara global pada tahun 2028," kata Ian Borden, Chief Financial Officer McDonalds.
Guna menghadapi pengetatan anggaran belanja konsumen, perseroan berkomitmen mempertahankan strategi harga murah dan paket hemat secara agresif.
"Kami selalu konsisten. Kami tidak akan kalah dalam hal nilai," kata Ian Borden, Chief Financial Officer McDonalds.
Keputusan menarik promosi digital dan penawaran aplikasi sebelumnya sempat berdampak negatif terhadap kunjungan pelanggan setia yang sangat sensitif terhadap harga.
"Secara kombinasi, semua faktor ini berdampak negatif terhadap kunjungan dari beberapa pelanggan kami yang paling setia," kata Ian Borden, Chief Financial Officer McDonalds.
Perseroan mencatat performa penjualan sejenis di AS pada bulan Juli 2026 sedikit negatif, sementara pasar internasional seperti Tiongkok diproyeksikan tetap menantang dalam waktu dekat.