Maybank Indonesia Gelar Agenda Keberlanjutan di Gianyar Bali

Share

PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyelenggarakan rangkaian Maybank Marathon Sustainability Day 2026 di Gianyar, Bali, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Ajang ini mengintegrasikan agenda edukasi pemberdayaan ekonomi, inklusivitas sosial, hingga dekarbonisasi lingkungan untuk mendukung target netralitas karbon pada tahun 2030.

Kegiatan hari pertama dipusatkan di Piduh Charity Café, Gianyar, yang merupakan wadah pelatihan keterampilan bagi anak-anak dan pemuda berkebutuhan khusus di bawah Yayasan Widya Guna. Program ini juga mencakup pendampingan dekarbonisasi di Desa Sanding bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia serta pemberian edukasi literasi keuangan bagi guru dan siswa dari 40 sekolah di sepanjang rute maraton.

Ketua Pembina Yayasan Maybank Indonesia Budhi Dyah Sitawati menjelaskan bahwa misi perusahaan menjadi landasan utama dalam menempatkan manusia, komunitas, dan lingkungan sebagai inti dari pertumbuhan bisnis.

"Maybank Marathon bukan sekadar mengejar catatan waktu di garis finish, tetapi menghadirkan perjalanan yang nyaman, inspiratif, dan penuh makna," kata Budhi Dyah Sitawati, Ketua Pembina Yayasan Maybank Indonesia.

Bupati Kabupaten Gianyar I Made Agus Mahayastra menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi penyelenggaraan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

"Maybank Marathon tidak hanya mendorong perputaran ekonomi dan pariwisata Gianyar, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan," tutur I Made Agus Mahayastra, Bupati Kabupaten Gianyar.

Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska memaparkan bahwa strategi keberlanjutan perusahaan dibangun di atas tiga pilar utama, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi. Pada pilar pendidikan, program literasi keuangan difokuskan kepada siswa dan guru di 35 SD, 3 SMP, dan 2 SMA untuk mengelola keuangan dengan baik.

"Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030," ujar Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia.

Selain program edukasi, Maybank Indonesia juga menggalang dana melalui inisiatif Run for Charity yang diikuti oleh 36 pelari. Maria menambahkan, dana yang terkumpul disalurkan ke enam program sosial dan konservasi alam, termasuk di Nusa Tenggara Timur.

"Program literasi ini ditujukan bukan hanya untuk siswanya, tapi juga gurunya. Programnya bernama aksi melek literasi finansial bersama," kata Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia.

Edukasi tersebut dijalankan sejak akhir Juli 2026 hingga menjelang puncak acara maraton. Maria menegaskan pentingnya pemahaman finansial sejak dini guna mencegah dampak negatif maraknya pinjaman daring ilegal dan judi daring di masyarakat.

"Literasi yang kami berikan sejak akhir Juli 2026 hingga besok hari Minggu. Fokusnya ke siswa SD. Siswa kelas 3 hingga kelas 6, di sekolah di Gianyar dan di sepanjang rute Maybank Marathon," ujar Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa pengelolaan uang yang memadai menjadi benteng utama dalam menghadapi arus digitalisasi.

"Financial literacy itu bentuk dukungan penting bukan hanya satu kali. Kami ingin ini menjadi sesuatu yang berkelanjutan. Karena isu saat ini adalah bahaya pinjol dan arus digitalisasi yang tidak dibarengi pengetahuan mengelola keuangan," kata Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia.

Terkait aksi sosial, partisipasi peserta dalam penggalangan dana murni didasarkan atas kesadaran pribadi para pelari.

"Maybank marathon punya gerakan run for charity. Bukan kami yang memilih, tapi sudah ada 36 runner yang mendaftarkan diri untuk ikut dalam kegiatan ini," ujar Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia.

Penyaluran donasi sosial tersebut bekerja sama dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat.

"Konservasi alam di Nusa Tenggara Timur, untuk anak-anak juga ada. Ada rekan dari enam non-government organization (NGO) yang kami libatkan, melalui program mereka masing-masing," jelas Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia.

Di bidang lingkungan, Kepala Desa Sanding Kompyang Ambarayusa menyatakan program pendampingan bersama WRI Indonesia dan Maybank Indonesia membantu desanya membangun sistem pemetaan emisi mandiri serta pengelolaan sampah organik berbasis komunitas.

"Kami bangga Desa Sanding dapat menjadi contoh desa dekarbonisasi adat di Bali yang membuktikan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari tingkat desa," tutur Kompyang Ambarayusa, Kepala Desa Sanding.

Sementara itu, Co-Founder Yayasan Widya Guna Ketut Satya menyambut baik keterlibatan Piduh Charity Café dalam rangkaian kegiatan keberlanjutan tersebut.

"Kemitraan ini mewujudkan prinsip keberlanjutan untuk membangun masa depan yang inklusif di mana tidak ada satu orang pun yang ditinggalkan (leave no one behind)," tutup Ketut Satya, Co-Founder Yayasan Widya Guna.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author