Masyarakat Mulai Batasi Konsumsi Gula demi Jaga Kesehatan

Share

Kesadaran masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat kini semakin meningkat melalui berbagai kebiasaan sederhana. Salah satu langkah yang mulai banyak diterapkan adalah lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman harian. Kandungan gula dalam produk minuman kini menjadi perhatian utama bagi para konsumen.

Mengatur asupan gula menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan tanpa harus sepenuhnya menghilangkan minuman favorit mereka. Perubahan pola konsumsi ini mendorong masyarakat untuk lebih teliti dalam memeriksa komposisi produk. Konsumen sekarang tidak hanya mempertimbangkan faktor rasa, tetapi juga membaca informasi nilai gizi pada kemasan.

Dilansir dari Detik Health, survei dari International Food Information Council (IFIC) yang diberitakan Dairy Processing menunjukkan data signifikan terkait tren ini. Sebanyak 75% responden menyatakan sedang berupaya membatasi atau menghindari konsumsi gula, termasuk gula tambahan.

Dari total tersebut, sebesar 61% responden memilih untuk membatasi konsumsi gula dalam keseharian mereka. Sementara itu, sekitar 14% responden lainnya mengambil langkah untuk benar-benar menghindari asupan gula. Data ini merefleksikan bahwa mayoritas konsumen cenderung menerapkan metode pembatasan asupan gula dibandingkan menghapusnya secara total. Perilaku ini memicu tingginya permintaan terhadap produk dengan kandungan gula yang lebih rendah.

Untuk membantu masyarakat menentukan pilihan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghadirkan logo "Pilihan Lebih Sehat". Logo tersebut menjadi informasi tambahan pada kemasan pangan olahan yang beredar. Berdasarkan informasi dari laman resmi BPOM, logo khusus ini disematkan pada produk yang telah memenuhi persyaratan kandungan zat tertentu. Kriteria tersebut mencakup batasan ketat untuk kandungan gula, garam, dan lemak sesuai kategori pangan.

Kehadiran logo ini mempermudah konsumen dalam menyaring produk yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan harian. Tren tersebut juga memacu inovasi dari produsen minuman dengan menghadirkan varian kurang gula atau less sugar. Konsep less sugar menjadi solusi bagi konsumen yang tetap ingin menikmati minuman kemasan dengan kadar gula terkontrol.

Meskipun kadar gulanya berkurang, faktor rasa tetap menjadi penentu utama bagi konsumen sebelum membeli. Data dari laman Home Tester Club menunjukkan bahwa sebanyak 9 dari 10 konsumen memberikan respons positif terhadap rasa Teh Pucuk Harum Less Sugar. Hasil ini membuktikan produk rendah gula tetap mampu memenuhi preferensi rasa konsumen.

Merespons kebutuhan pasar tersebut, Teh Pucuk Harum menghadirkan varian Less Sugar sebagai alternatif minuman teh kemasan. Produk ini memiliki kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan dengan varian regulernya.

Varian Less Sugar ini diproduksi menggunakan 100% pucuk daun teh pilihan untuk mempertahankan kesegaran rasa teh alami. Pihak produsen juga mengklaim bahwa produk ini dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet dan pemanis buatan. Teh Pucuk Harum Less Sugar juga telah mencantumkan logo "Pilihan Lebih Sehat" dari BPOM pada kemasannya. Pencantuman logo ini menegaskan bahwa produk tersebut resmi memenuhi kriteria standar kandungan gizi untuk kategori pangan olahannya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author