Mario Kempes Bela Timnas Argentina dari Tuduhan Keuntungan Wasit

Share

Legenda sepak bola Argentina, Mario Alberto Kempes, membela tim nasional Argentina dari kritik mengenai dugaan bantuan wasit di Piala Dunia 2026 setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir menjelang laga perempat final melawan Swiss pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Kecaman tersebut kembali mencuat setelah skuad asuhan Lionel Scaloni berhasil membalikkan keadaan dari ketertinggalan 0-2 dalam laga babak 16 besar di Atlanta, di mana kubu Mesir memprotes keputusan pembatalan gol Mostafa Ziko.

"Los perdedores siempre van a llorar. Y para pensar que te regalan un Mundial hay que ser muy, muy…" ujar Mario Kempes, mantan penyerang Argentina, menyindir pihak-pihak yang merasa Albiceleste selalu diuntungkan sejak Piala Dunia Qatar 2022.

Pria yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1978 ini mengaku sudah terbiasa dengan tudingan miring semacam itu sejak dirinya masih aktif bermain.

"Después de todo lo que nos dijeron a nosotros en el 78 ya estoy curado de espanto" kata Mario Kempes, pencetak gol terbanyak Piala Dunia 1978.

Dirinya juga menceritakan momen saat diwawancarai oleh sebuah stasiun radio Kolombia yang mempertanyakan keabsahan gelar juara dunia Argentina.

"¿Qué podés decir? Que sigan hablando, no hay problema. Si respondés cada vez que te preguntan, te volvés loco" tutur Mario Kempes, legenda sepak bola Argentina.

Mengenai perdebatan mengenai generasi terbaik Albiceleste, ia menilai penegasan status tersebut bergantung pada hasil turnamen saat ini di bawah asuhan Scaloni yang telah mengoleksi empat trofi bergengsi.

"El reconocimiento uno lo agradece porque, quieran o no, la primera piedra la pusimos nosotros. Desde el 78 nos ganamos el respeto" ucap Mario Kempes, pencetak enam gol di Piala Dunia 1978.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan gelar juara akan membuat generasi Lionel Messi dan kawan-kawan menjadi yang terbaik sepanjang masa.

"Yo siempre lo dije: las tres selecciones han sido mejores en su momento. Si esta llega a salir bicampeona, esta va a ser la mejor. Eso está más claro que el agua. De momento los tres vamos empatados" cetus Mario Kempes, mantan pemain Bell Ville.

"Si Scaloni y esta hermosa banda que tiene Argentina consiguen el bicampeonato del mundo, van a ser los mejores de la historia y todos lo vamos a festejar" tambah Mario Kempes, pahlawan Piala Dunia 1978.

Beralih ke peta persaingan turnamen, figur berjuluk El Matador ini melihat jalannya kompetisi di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut masih cenderung pragmatis.

"Estamos viendo un Mundial muy irregular, quizás un poco mezquino, porque cada uno se defiende con las armas que tiene" analisis Mario Kempes, pengamat sepak bola.

Meski begitu, ia sudah memiliki prediksi mengenai tim-tim kuat yang akan melaju hingga partai puncak.

"Entre España, Francia y Argentina va a estar la final, pero también está Inglaterra y ya veremos lo que pasa" prediksi Mario Kempes, legenda Albiceleste.

Terkait laga menghadapi Swiss yang lolos setelah menumbangkan Kolombia lewat adu penalti, Kempes memperingatkan adanya tantangan taktik yang berat.

"Nadie le va a salir a jugar cara a cara, pero son partidos que hay que pensarlos mucho, trabajarlos mentalmente y no equivocarse" papar Mario Kempes, mantan penyerang legendaris.

Menutup komentarnya, ia memberikan pujian khusus terhadap semangat juang kolektif tim saat menumbangkan Mesir dalam waktu singkat.

"Los mejores jugadores del mundo te pueden ganar partidos y los campeonatos te los gana el equipo" tegas Mario Kempes, juara dunia 1978.

"La revolución que hubo el otro día cuando Argentina perdía 2 a 0 fue del equipo. El equipo estaba tan confiado que hizo un effort titánico y salieron bien las cosas. En doce minutos es muy difícil remontarle a un equipo como Egipto" pungkas Mario Kempes, mantan bomber Argentina.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author