Tidur Teratur Lindungi Bayi dari Risiko Gangguan Kesehatan dan SIDS

Share

Tidur menjadi kebutuhan yang sangat krusial bagi bayi baru lahir untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Pola tidur yang teratur dan aman juga memegang peranan besar dalam melindungi bayi dari ancaman kesehatan, termasuk kematian mendadak saat tidur.

Kebiasaan tidur bayi yang meliputi posisi dan kondisi lingkungan sekitar dapat memengaruhi keselamatan jiwanya. Oleh karena itu, para orang tua perlu memperhatikan rutinitas tidur yang sehat bagi buah hati mereka sejak dini, seperti dilansir dari HaiBunda.

Kekurangan waktu tidur pada bayi dan anak kecil dapat memicu beragam masalah. Dampak negatif tersebut meliputi gangguan konsentrasi, masalah emosional, hingga penurunan kemampuan belajar pada anak.

Beberapa penelitian mengaitkan kurang tidur dengan risiko ADHD atau gangguan perhatian, meski riset ini masih terbatas pada usia anak sekolah. Namun, orang tua tetap harus menjaga kualitas dan durasi tidur anak demi mendukung tumbuh kembangnya.

Keamanan tidur menjadi hal yang sangat dikhawatirkan karena berkaitan dengan Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS). Kondisi fatal ini sering kali terjadi saat bayi sedang terlelap dengan sangat nyenyak.

Bayi dengan faktor risiko tinggi bisa tiba-tiba berhenti bernapas saat tidur dan tidak terbangun. Pembentukan pola tidur yang teratur seperti menjadwalkan tidur siang atau waktu menyusu umumnya masih sulit diterapkan pada minggu-minggu awal.

Tubuh bayi baru lahir belum mengenali perbedaan siang dan malam serta belum memahami jam biologisnya sendiri. Orang tua dapat melatih jam biologis ini dengan memberikan paparan cahaya di siang hari dan suasana gelap di malam hari.

"Teori utama tentang tidur menjelaskan bahwa ada dua proses yang mengatur kapan kita tidur dan bangun. Pertama, proses homeostatis, yaitu semakin lama kita terjaga, kita akan semakin mengantuk. Kedua, sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang membuat kita merasa mengantuk," kata Alice Gregory.

Melatih bayi untuk tidur mandiri sejak dini bukan merupakan perkara yang mudah dilakukan. Sistem saraf bayi yang belum berkembang sempurna membuat mereka sangat membutuhkan rasa aman dan ketenangan dari orang tua.

Hal tersebut menjadi alasan mengapa bayi lebih mudah terlelap ketika disusui, digendong, atau diayun. Kemampuan untuk tidur sendiri akan berkembang secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia anak.

Sebuah studi di Finlandia yang melibatkan 5.700 anak menunjukkan data yang cukup signifikan. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa hampir setengah dari objek bayi mampu tidur sendiri di tempat tidurnya.

Orang tua wajib tetap waspada terhadap risiko SIDS saat membiarkan bayi mulai tidur sendiri. Sindrom ini menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi setelah melewati masa neonatal.

Risiko SIDS dapat ditekan dengan memastikan posisi tidur bayi selalu telentang di kasurnya sendiri tanpa berbagi tempat tidur. Gunakan tempat tidur khusus bayi yang memiliki permukaan rata, kokoh, dan seprai yang nyaman.

Hindari menaruh benda-benda seperti bantal, selimut longgar, boneka, atau pelindung ranjang di sekitar bayi karena memicu gangguan pernapasan. Bayi juga sebaiknya tidak dibiarkan tidur di sofa, kursi, ataupun ayunan.

Pemberian ASI secara optimal dapat membantu menurunkan risiko SIDS pada bayi. Selain itu, menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari asap rokok menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan tidur anak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author