Mengenal Manfaat Probiotik untuk Bayi dan Waktu Pemberian yang Tepat
Keseimbangan bakteri baik di dalam usus memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang serta daya tahan tubuh anak. Dilansir dari HaiBunda, kesehatan saluran cerna bayi dapat dijaga melalui asupan probiotik dan prebiotik.
Mengutip Web MD, probiotik merupakan mikroorganisme hidup berupa bakteri baik yang menghuni saluran pencernaan. Kehadiran organisme seperti Lactobacillus, Bifidobacterium, Streptococcus, dan Saccharomyces boulardi ini mampu mencegah infeksi dengan menekan perkembangbiakan mikroorganisme berbahaya.
Studi dalam jurnal National Center for Biotechnology Information menunjukkan bayi kolik yang mendapat ASI eksklusif beserta asupan campuran probiotik memiliki frekuensi menangis tanpa sebab yang lebih sedikit dibandingkan bayi tanpa probiotik.
Meskipun sama-sama menunjang kesehatan usus, probiotik dan prebiotik memiliki fungsi yang berbeda. Berdasarkan informasi Mayo Clinic, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang membantu proses pencernaan makanan.
Sementara itu, prebiotik merupakan komponen makanan tinggi serat yang tidak dicerna oleh tubuh, melainkan dimanfaatkan untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik di usus. Selain terdapat pada bahan pangan alami, kedua komponen ini kerap ditambahkan ke produk olahan maupun suplemen.
Ragam Manfaat dan Waktu Pemberian
Melansir Healthline, peningkatan populasi bakteri baik di saluran cerna terbukti klinis dapat menyeimbangkan mikroflora tubuh serta mencegah diare. Pemberian asupan ini juga diketahui membantu mengontrol gejala eksim, asma, alergi makanan, hingga meredakan masalah pencernaan seperti refluks asam dan kolik.
Riset tahun 2014 pada jurnal JAMA Network mengonfirmasi bahwa pemberian jenis probiotik tertentu dalam tiga bulan pertama usia bayi efektif mencegah gangguan saluran cerna, seperti sembelit dan refluks.
ASI sebenarnya telah menjadi sumber probiotik alami utama bagi bayi. Oleh karena itu, penggunaan suplemen tambahan wajib dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak guna menghindari risiko reaksi alergi, sakit perut, atau mual.
Konsultasi medis menjadi sangat krusial, terutama bagi kelompok berisiko tinggi. Bayi lahir prematur, bayi yang sedang sakit berat, anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah, serta anak yang menjalani perawatan di rumah sakit memerlukan pengawasan ketat sebelum mengonsumsi suplemen probiotik.
Pilihan Sumber Alami untuk MPASI
Bagi bayi yang sudah memasuki masa Makanan Pendamping ASI (MPASI) atau berusia di atas 6 bulan, asupan probiotik alami bisa didapat dari yoghurt tawar (plain) tanpa gula tambahan yang kaya akan Lactobacillus. Selain yoghurt, produk olahan seperti keju dan tempe juga dapat diperkenalkan secara bertahap sambil memantau potensi reaksi alergi pada anak.