Dokter Jelaskan Manfaat Hyrox untuk Kesehatan Tulang dan Sendi
Ajang fitness race Hyrox kian populer di berbagai negara, termasuk Malaysia, hingga tiket kompetisinya habis terjual dalam waktu singkat. Olahraga yang menggabungkan lari dan latihan kekuatan ini memicu rasa penasaran publik terkait dampaknya bagi kesehatan tulang serta sendi.
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dari Mayapada Hospital, dr Oryza Satria, SpOT(K), menjelaskan bahwa latihan beban untuk sendi dengan dosis tepat merupakan nutrisi bagi tulang, otot, tendon, dan kartilago, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
"Saat berlari, mengangkat, mendorong, dan menarik beban seperti pada Hyrox, tulang akan menerima rangsangan mekanik sehingga menjadi lebih kuat melalui proses yang disebut mechanostat (tulang dapat 'merasakan' besarnya beban mekanik yang diterimanya, lalu beradaptasi sesuai kebutuhan). Otot, tendon, dan ligamen juga ikut beradaptasi sehingga stabilitas sendi meningkat," kata dr Oryza saat dihubungi detikcom, Selasa (28/7/2026).
Dokter yang juga merupakan atlet Hyrox ini mengungkapkan bahwa jika dilakukan dengan teknik benar dan bertahap, Hyrox mendatangkan berbagai kebaikan bagi tubuh.
Aktivitas fisik ini mampu meningkatkan kepadatan tulang (bone mineral density/BMD) melalui rangsangan mekanik dari kombinasi latihan beban dan aktivitas impact seperti lari, yang merangsang sel pembentuk tulang (osteoblas).
Selain itu, jaringan muskuloskeletal akan beradaptasi terhadap beban secara bertahap sehingga memperkuat otot, tendon, serta ligamen yang meningkatkan stabilitas sendi.
Kualitas tulang rawan sendi (kartilago) turut meningkat karena aktivitas fisik berintensitas sesuai membantu nutrisi kartilago melalui mekanisme kompresi dan dekompresi sendi.
Bukti saat ini menunjukkan olahraga teratur justru baik untuk kesehatan sendi dan tidak otomatis menyebabkan osteoartritis pada individu tanpa cedera sebelumnya. Manfaat lainnya adalah menurunkan risiko jatuh melalui Peningkatan kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan propriosepsi yang penting bagi usia paruh baya hingga lansia.
"Yang perlu ditekankan adalah manfaat tersebut diperoleh bila latihan dilakukan secara bertahap (progressive overload), bukan langsung dengan intensitas kompetisi," katanya.
Persiapan Sebelum Memulai Hyrox
Sebagai tenaga medis yang aktif di olahraga ini, dr Oryza mengingatkan bahwa Hyrox tergolong aktivitas berat sehingga membutuhkan persiapan matang, bukan sekadar mengejar kecepatan atau kekuatan.
Persiapan penting yang wajib dilakukan mencakup pembangunan kekuatan otot tungkai, panggul, dan core, serta melatih mobilitas pergelangan kaki, pinggul, bahu, dan tulang belakang. Teknik lari maupun teknik mengangkat dan membawa beban juga perlu diperbaiki.
Peningkatan volume serta intensitas latihan harus dilakukan bertahap, idealnya tidak melebihi 10 persen per minggu. Pemulihan yang cukup juga krusial karena adaptasi tendon dan tulang berjalan lebih lambat dibanding otot.
"Sebagai dokter ortopedi, saya tidak takut orang berolahraga. Saya lebih khawatir orang yang tiba-tiba berolahraga seperti atlet," katanya.
"Fenomena FOMO memang cukup sering terlihat pada olahraga yang sedang populer. Dari sudut pandang ortopedi, masalahnya bukan pada Hyrox-nya, tetapi ketika seseorang mengikuti kompetisi tanpa persiapan yang memadai," tutupnya.