Manchester United Tunjuk Michael Carrick Jadi Manajer Permanen

Share

Manajemen klub sepak bola Manchester United dikabarkan segera mengumumkan penunjukan Michael Carrick sebagai manajer permanen dalam waktu 48 jam ke depan setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan resmi.

Kesepakatan penuh telah tercapai dan saat ini proses penunjukan tersebut hanya menyisakan tahap administrasi sebelum pengumuman resmi dirilis, sebagaimana dilansir dari Bola berdasarkan laporan jurnalis BBC Sport, Sami Mokbel.

Langkah manajemen menetapkan Carrick didasari atas perubahan positif yang dibawa oleh legenda lini tengah Setan Merah tersebut sejak ia mulai mengambil alih kursi kepelatihan pada Januari lalu.

Carrick mengawali masa kepemimpinannya lewat kemenangan penting atas tim rival seperti Manchester City serta Arsenal, lalu sukses mengamankan tiket kompetisi Liga Champions untuk musim depan.

Statistik mencatat Carrick telah memimpin skuad Manchester United dalam 15 pertandingan dengan menorehkan 10 kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya menelan dua kekalahan selama masa kepelatihannya.

Selain dibebani target untuk melanjutkan tren positif klub, Carrick juga diwanti-wanti oleh pihak manajemen agar tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh empat manajer pendahulunya.

Mantan pelatih Ruben Amorim dinilai gagal karena terlalu keras kepala mempertahankan sistem 3-4-3 warisan Sporting CP, meski performa tim terus menurun dan karakteristik pemain United saat itu tidak cocok.

Pendahulu lainnya, Erik ten Hag, dicatat melakukan kesalahan dalam perjudian transfer besar yang berujung gagal seperti pembelian Antony senilai lebih dari 80 juta pound serta perekrutan Rasmus Hojlund.

Ten Hag juga melepas penjaga gawang David de Gea untuk digantikan oleh Andre Onana yang beberapa kali membuat kesalahan fatal sebelum akhirnya kiper asal Kamerun itu juga meninggalkan Old Trafford.

Sementara itu, Ole Gunnar Solskjaer dinilai kehilangan arah karena gagal membangun identitas permainan yang jelas dan konsisten selama hampir tiga tahun menangani tim akibat terlalu bergantung pada serangan balik.

Faktor kegagalan manajer masa lalu juga mencakup konflik internal seperti yang dilakukan Jose Mourinho bersama pemain termasuk Luke Shaw dan Paul Pogba, hingga komentar kontroversialnya mengenai sejarah sepak bola klub.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author