Manchester United Luncurkan Slogan Baru untuk Transformasi Budaya Kerja

Share

Klub sepak bola Manchester United memperkenalkan slogan baru yang terdiri dari tiga kata, yaitu "Badge, Bravery, Spirit". Identitas anyar ini diaplikasikan untuk membangun budaya kerja baru di dalam internal organisasi.

Seperti dikutip dari Bola, langkah penyegaran ini menjadi bagian dari proses rebranding yang berjalan sejak Sir Jim Ratcliffe melalui grup INEOS mengambil alih saham minoritas klub pada Februari 2024.

Perubahan besar terus terjadi di tubuh manajemen sejak kedatangan INEOS. Posisi Chief Executive Officer kini dijabat oleh Omar Berrada, sementara Marc Armstrong diangkat sebagai Chief Business Officer pertama sepanjang sejarah klub.

Restrukturisasi organisasi di bawah kepemimpinan Ratcliffe juga berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Setan Merah telah memangkas sekitar sepertiga dari total jumlah karyawan mereka.

Selain pembenahan internal, klub telah menjalin kesepakatan dengan Amazon Prime. Kerja sama ini berupa pembuatan serial dokumenter berjudul All or Nothing yang merekam perjalanan tim sepanjang musim 2026/2027 di Premier League dan Liga Champions.

Konsep pembenahan ini berbeda dengan gagasan mantan wakil CEO Manchester United, Ed Woodward, pada 2019. Saat itu Woodward meluncurkan "cultural reset" dengan pilar trofi, sepak bola menyerang, dan pengembangan pemain muda.

Kini filosofi baru dibawa oleh INEOS yang dinilai lebih merepresentasikan jati diri klub. Di samping slogan baru, klub juga menerapkan prinsip "best in class" untuk mengejar hasil terbaik pada semua bidang.

Penjelasan detail mengenai tiga nilai utama tersebut tercantum di dalam dokumen internal klub.

Badge atau lambang menuntut setiap staf untuk membuktikan kelayakan mereka membawa simbol klub setiap hari. Semua elemen wajib menghormati sejarah, bekerja dengan standar tertinggi, dan menempatkan institusi di atas kepentingan pribadi.

Bravery atau keberanian mengutamakan aspek ketegasan dalam mengambil keputusan, berinovasi, serta mengambil risiko yang terukur. Karyawan diharapkan menjadi contoh dan tetap mengutamakan klub dalam kondisi sulit.

Sementara itu, Spirit atau semangat berfokus pada pembentukan karakter yang tangguh. Seluruh elemen klub diminta bekerja dengan gairah tinggi dan pantang menyerah dalam menghadapi situasi apa pun.

Sinergi Prestasi Lapangan dan Sektor Bisnis

Bagi Ratcliffe, klub ini tidak sekadar beroperasi di lapangan hijau, melainkan sebuah entitas bisnis bernilai miliaran dolar yang wajib dikelola secara profesional.

"Sepak bola memang olahraga, tetapi pada saat yang sama ini juga sebuah bisnis. Manchester United adalah bisnis bernilai miliaran dolar," katanya.

Walakin, kesuksesan dari sisi finansial diyakini tidak akan berdiri sendiri tanpa adanya prestasi dari tim sepak bola.

"Kalau ingin Manchester United sukses sebagai bisnis, maka tim sepak bolanya juga harus sukses. Prestasi di lapangan akan mendorong kesuksesan di sisi komersial," tegas pria asal Inggris tersebut.

Guna mewujudkan target tersebut, pembenahan skuad terus dilakukan oleh jajaran manajemen olahraga. Direktur Teknik Jason Wilcox, Direktur Rekrutmen Christopher Vivell, dan Direktur Negosiasi Sepak Bola Matt Hargreaves kini tengah menyusun strategi transfer musim panas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author