Malaysia Pertimbangkan Kewajiban Penyediaan Air Minum Gratis di Restoran
Upaya menekan angka obesitas dan penyakit tidak menular memicu munculnya usulan kebijakan baru bagi industri tempat makan di Malaysia. Seperti dilansir dari Detik Food, sebuah lembaga kajian kesehatan mendesak pemerintah agar mewajibkan seluruh rumah makan berizin menyediakan air minum putih gratis bagi para pelanggan.
Langkah ini digagas sebagai strategi konkret untuk membatasi konsumsi minuman manis di masyarakat. Gagasan tersebut mencontoh kebijakan serupa yang sebelumnya telah diterapkan di Maharashtra, India.
Usulan regulasi pelayanan tempat makan ini disampaikan oleh Chief Executive Officer Galen Centre for Health and Social Policy, Azrul Khalib. Menurutnya, aturan penyediaan air putih tanpa biaya wajib menyasar berbagai tipe tempat makan, mulai dari restoran, kafe, food court, kedai mamak, hingga gerai makanan cepat saji.
Kewajiban tersebut dinilai bisa diterapkan melalui mekanisme peraturan perundang-undangan maupun standarisasi persyaratan perizinan usaha.
"Akses terhadap air minum gratis seharusnya tidak bergantung pada kesediaan atau kemampuan pelanggan membeli air kemasan, minuman manis, maupun minuman panas," ujar Azrul.
Tingginya kasus obesitas dan penyakit tidak menular di Malaysia menjadikan urgensi penyediaan air putih semakin krusial. Azrul menilai air putih semestinya diposisikan sebagai opsi minuman yang paling terjangkau serta paling mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ketiadaan fasilitas air gratis atau mahalnya harga air putih di restoran sering kali mendorong konsumen berpaling ke produk minuman tinggi gula dan kalori. Dampak risiko kesehatan ini mengancam kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, keluarga berpenghasilan rendah, serta warga yang sering bersantap di luar rumah.
Kondisi kesehatan masyarakat setempat terekam dalam data National Health and Morbidity Survey (NHMS) 2023. Berdasarkan survei tersebut, 1 dari 5 orang dewasa di Malaysia tidak mencukupi kebutuhan konsumsi air putih harian mereka.
Temuan lain yang cukup mengkhawatirkan dari survei tersebut menunjukkan bahwa satu dari lima orang dewasa hidup dengan diabetes. Selain itu, lebih dari separuh populasi orang dewasa di Malaysia masuk dalam kategori kelebihan berat badan atau obesitas.
Dalam pengajuannya, Azrul merujuk pada keberhasilan beberapa negara yang sudah memberlakukan regulasi air minum gratis di area komersial. Beberapa di antaranya meliputi Spanyol, Inggris, sejumlah wilayah di Australia, hingga India.
"Mewajibkan penyediaan air minum gratis memang tidak akan langsung menyelesaikan masalah penyakit tidak menular. Namun, ini merupakan langkah dasar yang penting. Kebijakan tersebut memberikan pesan yang jelas bahwa air putih adalah pilihan utama, bukan sekadar pelengkap," katanya.
Beban finansial dinilai tidak boleh dibebankan kepada konsumen yang sekadar ingin memilih opsi minuman paling sehat saat makan di luar. Demi merealisasikan rencana ini, Galen Centre mendorong kolaborasi lintas kementerian di Malaysia untuk segera merumuskan regulasi formal terkait.