Makassar Raih Penghargaan WRI Ross Center Prize for Cities
Pemerintah Kota Makassar berhasil meraih penghargaan bergengsi WRI Ross Center Prize for Cities 2025-2026 atas keberhasilan program penataan permukiman berkelanjutan pada Senin (22/6/2026). Capaian internasional dari World Resources Institute (WRI) ini menempatkan Makassar sebagai salah satu kota inovatif di pangkalan global, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Apresiasi global tersebut diberikan khusus untuk program Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE) yang berfokus pada perbaikan sanitasi, kesehatan, dan infrastruktur permukiman berbasis masyarakat. Penghargaan ini menjadi pengakuan nyata terhadap komitmen jangka panjang dalam mentransformasi kawasan perkotaan menjadi lingkungan yang lebih sehat.
Direktur Program RISE, Diego Ramírez-Lovering, menjelaskan bahwa kesuksesan wilayah ini tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata. Kerja sama erat yang terjalin antara jajaran pemerintah, akademisi perguruan tinggi, mitra pembangunan, hingga warga lokal menjadi kunci utama terciptanya lingkungan yang tangguh.
"Makassar telah membuktikan bahwa kemitraan masyarakat, inovasi teknis, dan komitmen pemerintah dapat bersinergi untuk memperbaiki kondisi masyarakat dan menciptakan tempat tinggal yang lebih sehat," ujar Diego Ramírez-Lovering, Direktur Program RISE.
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Kota Makassar dalam merancang permukiman berbasis komunitas menjadi percontohan penting bagi kota-kota lain di dunia. Terutama dalam merespons tantangan perubahan iklim dan pembenahan fasilitas sanitasi.
"Tantangan dan tugas berikutnya adalah memperluas implementasi pendekatan RISE ke lebih banyak kawasan permukiman sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas," jelas Diego Ramírez-Lovering, Direktur Program RISE.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan bahwa pertemuan eksklusif ini digelar sebagai seremoni resmi untuk merayakan pencapaian program RISE. Inovasi tersebut sebelumnya berhasil menembus jajaran lima besar finalis dunia dalam penilaian tim WRI di New York.
"Dan juga kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas yang telah dijalankan selama hampir satu dekade di Kota Makassar," kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.
Karena perwakilan pemerintah kota sempat berhalangan hadir langsung di Amerika Serikat, penyerahan trofi diwakili oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York bersama delegasi Monash University. Penghargaan tersebut kemudian dibawa langsung ke Makassar untuk diserahkan secara formal kepada pemerintah daerah.
"Penghargaan tersebut kemudian dibawa ke Makassar untuk diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kota Makassar melalui kegiatan ini," jelas Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk dukungan dari Pemerintah Australia yang memberikan dampak riil bagi hajat hidup masyarakat. Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk mereplikasi model program ini ke berbagai wilayah lain yang membutuhkan perbaikan mutu lingkungan.
"Penghargaan ini kita dapat bukan karena kita menginginkan penghargaan ini. Tapi kita mendapatkan penghargaan ini karena kita bekerja dengan sungguh-sungguh memastikan program ini memberikan dampak secara langsung dan nyata di tengah-tengah masyarakat," lanjut Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.
Sebagai langkah keberlanjutan, jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar diinstruksikan bertindak cepat sebagai sektor penggerak utama. Pemerintah daerah akan mempersiapkan alokasi anggaran maksimal guna mendukung perluasan program sanitasi ini.
"Program ini harus diduplikat dan dimulai dari Pemerintah Kota Makassar untuk memberikan penganggaran yang maksimal demi terlaksananya kelanjutan Program RISE di kota ini," pungkas Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.