6 Jenis Makanan yang Sebaiknya Tidak Dibungkus Plastic Wrap
Published
·
1 Reads
Plastic wrap atau cling wrap kerap menjadi andalan untuk menyimpan makanan di dapur. Meski serbaguna, jenis pembungkus ini ternyata kurang cocok untuk makanan yang membutuhkan sirkulasi udara, perlu melepaskan uap air, atau masih berkeadaan panas. Berikut adalah 6 jenis makanan yang sebaiknya tidak dibungkus plastic wrap:
- Sisa Makanan yang Masih Panas — Menutup makanan panas dengan plastic wrap dapat memerangkap uap air dan memperlambat pendinginan. Hal ini membuat makanan bertahan lebih lama di suhu zona bahaya yang memicu perkembangbiakan bakteri.
- Keju Lunak — Jenis keju seperti Brie, Camembert, blue cheese, dan goat cheese memerlukan sirkulasi udara yang pas. Pembungkusan yang terlalu rapat dapat mempercepat pembusukan serta mengubah tekstur dan rasanya.
- Mentega — Makanan berlemak tinggi berisiko berinteraksi dengan zat aditif dalam plastik seperti phthalate yang larut dalam lemak. Sebaiknya gunakan kertas roti, beeswax wrap, atau wadah kaca.
- Sayuran Berdaun dan Herba Segar — Produk segar perlu berespirasi dan melepaskan uap air setelah dipanen. Plastic wrap tidak dirancang untuk sirkulasi udara tersebut, sehingga sebaiknya gunakan wadah ber-tisu dapur atau kantong khusus.
- Jamur — Plastic wrap akan memerangkap kelembapan yang membuat jamur menjadi berlendir dan cepat busuk. Penggunaan kantong kertas lebih disarankan karena dapat menyerap uap air berlebih.
- Buah Citrus yang Sudah Dipotong — Sifat asam dari lemon, jeruk nipis, jeruk, atau grapefruit dapat memengaruhi kualitas plastik dan rasa buah jika disimpan lama. Sebaiknya gunakan wadah kaca atau silikon food-grade.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author