Luis de la Fuente Tegaskan Spanyol Siap Hadapi Prancis di Semifinal

Share

Pelatih tim nasional Spanyol Luis de la Fuente menegaskan kesiapan skuadnya menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Prancis yang dijadwalkan berlangsung di AT&T Stadium, Dallas, pada Selasa, 14 Juli 2026.

De la Fuente menyatakan status favorit tidak menentukan hasil akhir pertandingan karena kedua tim merupakan kekuatan besar sepak bola. Dirinya juga menekankan bahwa tekanan yang dirasakan adalah bentuk tanggung jawab kepada seluruh masyarakat Spanyol.

"Lo dijo Julio César: no hay victoria sin sufrimiento" ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol, merujuk pada pentingnya perjuangan keras untuk mencapai prestasi besar.

Sang pelatih kemudian memberikan pandangannya mengenai perbandingan kekuatan serta anggapan mengenai status unggulan dalam laga krusial ini.

"De nada vale serlo o no. A mí lo de ser favoritos no significa nada. No es decisivo.

Nos enfrentamos dos grandes selecciones. Siempre me recuerda Caparrós que, cuando alguien te da tantos halagos, se preguntaba si se presentarán" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Mengenai persiapan taktis menghadapi bintang-bintang Prancis seperti Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele, De la Fuente menjelaskan bahwa kedua tim sudah saling mengenal kekuatan masing-masing.

"Los tenemos muy estudiados. Nos conocemos muy bien. Tiene futbolistas de una dimensión excepcional, pero nosotros también. Tenemos que imponer las características uno y minimizar las características del rival" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Ia juga membahas opsi pemilihan pemain di lini tengah, khususnya mengenai potensi memainkan Pedri dan Fabian Ruiz secara bersamaan untuk mendukung performa tim.

"Cada uno tiene sus virtudes. Nos ofrecen lo que nosotros necesitamos. Pueden jugar los dos juntos también. Si tengo esa duda, pondremos a los dos" ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Terkait evaluasi dari pertemuan sebelumnya saat Spanyol menang tipis 5-4 atas Prancis di Stuttgart pada ajang Nations League, De la Fuente berharap timnya tidak mengulangi kesalahan di menit-menit akhir.

"Son partidos diferentes. Francia también habrá sacado conclusiones. Trataremos de resumir escenarios favorables y aprender de los errores.

De un 5-1 pasamos a un 5-4, intentaremos que no se repita. A ver quién impone su estilo" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

De la Fuente menambahkan bahwa Prancis saat ini telah berkembang menjadi tim yang jauh lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Es mejor selección. Han ido creciendo. Las prestaciones son superiores ahora. Somos mejores equipos ahora" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Pelatih berusia 65 tahun tersebut juga mengungkapkan rasa bahagianya bisa melatih tim nasional Spanyol di level tertinggi meski memikul tanggung jawab besar.

"Disfruto mucho de mi trabajo y mi pasión, pero hay mucha responsabilidad. Es un privilegio estar en esta situación, jugando una semifinal de un Mundial. Ahora soy protagonista. Somos protagonistas" tutur Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Secara khusus, De la Fuente memberikan pesan kepada bintang muda Lamine Yamal yang sedang merayakan ulang tahunnya agar tetap tenang dalam bermain.

"Tiene que estar tranquilo y disfrutar. Fuera ansiedad. El gran día de Lamine en el Mundial está por llegar, así que espero que sea mañana. En si no en la final, si podemos pasar" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Ia pun optimistis dengan mentalitas juara yang dimiliki anak asuhnya untuk melangkah ke partai final Piala Dunia.

"Ganar un campeonato del mundo sería la guinda perfecta. Es difícil, pero… ¿Y si sí?" ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

De la Fuente kemudian menegaskan kembali filosofi perjuangan yang diyakininya demi membawa pulang trofi prestisius tersebut.

"Julio César decía que no hay un gran logro sin sufrimiento y yo suscribo esa frase. Si quieres conseguir algo importante, hay que dejar algo en el camino y sufrir mucho" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Pelatih asal Spanyol itu juga memberikan pujian kepada kapten Prancis, Kylian Mbappe, yang sempat mendapat kritik dari berbagai pihak sebelum laga semifinal.

"La crítica es libre, pero me parece un futbolista genial. Soy un admirador de los grandes futbolistas y Kylian lo es" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Terkait persaingan ketat di antara tim-tim semifinalis lainnya seperti Argentina dan Inggris, ia menilai seluruh tim berada dalam level yang setara.

"Todos somos grandes selecciones. Hay mucha igualdad. Ninguna es mejor que nadie" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

De la Fuente juga merasa beruntung memiliki kedalaman skuad yang merata, termasuk keberadaan Mikel Merino di bangku cadangan.

"Es que tengo mucha suerte porque hay 26 futbolistas que podrían ser titulares mañana. Qué te voy a decir de Mikel, o de cualquiera. Estoy muy tranquilo. Me equivoco poco porque, ponga al que ponga, son todos muy buenos" ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Evaluasi terus-menerus menjadi kunci utama bagi De la Fuente dalam memimpin pasukannya di setiap kompetisi.

"Siempre estamos aprendiendo. Siempre les digo que se puede mejorar porque si no no es suficiente para la siguiente competición. Podemos ser mejores porque nuestros jugadores son muy buenos" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Sebagai pelatih yang humanis, ia mengaku sering meminta para pemainnya untuk menikmati setiap momen krusial ini sebagai sebuah hak istimewa.

"Soy muy romántico. Me gusta Julio Iglesias… Siempre les digo que disfruten de lo que tenemos hoy. Somos unos privilegiados" tutur Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Selain itu, De la Fuente sempat mengenang mendiang ayah dan saudara lakinya, Oscar, yang telah tiada beberapa tahun lalu.

"Mucho. Todos los días me acuerdo de ellos. De mis padres y mi hermano que falleció hace tres años. Gracias por la pregunta" ucap Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Menutup sesi konferensi pers, ia membagikan kebiasaan spiritualnya menjelang pertandingan penting tersebut.

"Rezo rodos los días. No para ganar, porque sería injusto pedir que no ayude al rival. Lo que le pido a Dios es salud" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Selepas keberhasilan Spanyol melaju, De la Fuente kembali melontarkan pernyataan mengenai kekuatan lawan yang baru saja mereka hadapi.

"Francia se enfrentó al mejor equipo del mundo" ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Pernyataan tersebut ia perkuat dengan diskusi internal di dalam tim mengenai status kekuatan Spanyol di kancah global saat ini.

"Quizás de eso hemos estado hablando dentro del equipo. Nos enfrentábamos a uno de los mejores equipos del mundo, pero hoy ellos se enfrentaban al mejor equipo del mundo" kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Terakhir, ia mengungkapkan rasa bangganya terhadap seluruh skuad yang kini tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan impian mereka di turnamen ini.

"Ahora es difícil describir lo que uno siente, pero debe ser similar a la felicidad y el orgullo de liderar a profesionales como estos. Nos queda un paso más y trataremos de lograr la meta" ucap Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author