Aymeric Laporte Tegaskan Tidak Menyesal Bela Timnas Spanyol

Share

Bek tengah tim nasional Spanyol, Aymeric Laporte, menegaskan kesiapannya menjelang laga krusial babak semifinal Piala Dunia 2026 melawan Prancis di Stadion Dallas pada Rabu, 15 Juli 2026, dini hari WIB. Pemain berusia 32 tahun yang lahir di Prancis ini memicu perhatian setelah secara terbuka membahas kembali keputusan kontroversialnya untuk beralih kewarganegaraan menjadi Spanyol pada tahun 2021.

"I made a decision and I’m very happy I made it. There’s not much to say about it." ujar Laporte kepada Radio Marca.

Keputusannya tersebut sempat menuai kritik tajam di awal perpindahannya, namun ia merasa situasi tersebut kini sudah menjadi hal yang lumrah di dunia sepak bola modern.

"It was tough, yes, but a lot of time has passed now. And another thing: I don’t know why so much attention was paid to my case when there were so many others. I’ve calculated that 22 or 23 of my teammates from France’s youth teams now play for a different national side. You could say that, in some ways, I opened the doors; I normalised it." kata Laporte.

Mantan kapten tim kelompok usia Prancis ini juga mengakui bahwa ia sempat berdiskusi mendalam dengan keluarganya sebelum memantapkan pilihan membela La Roja.

"When I changed national teams, I was criticized a lot. It was understandable, but I had discussed it with my family and I had no doubts. Everything went well and I am happy," tutur Laporte kepada Koha.

Bagi Laporte, masa-masa awal proses naturalisasi tersebut memang merupakan periode yang penuh tekanan akibat sorotan publik.

"Itu adalah masa sulit bagi saya. Saya membuat keputusan, dan saya sangat senang dengan keputusan itu," kata Laporte dilansir dari CNN Indonesia.

Ia juga heran mengapa keputusannya mendapat sorotan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pemain-pemain lain yang mengambil langkah serupa.

"Tidak banyak pemberitaan tentang pemain yang melalui hal ini sebelum saya," lanjut Laporte.

Pernyataan senada kembali ia tekankan saat menceritakan masa lalunya yang penuh dinamika di level internasional.

"It was a difficult time for me," ujar Laporte kepada Goal.

Pemain yang kini kembali memperkuat Athletic Bilbao ini menegaskan kebahagiaannya bersama tim nasional Spanyol saat ini.

"I have taken the decision and I am very happy with it." tutur Laporte.

Ia menyoroti bahwa banyak pesepak bola lain yang menempuh jalan yang sama tanpa harus menghadapi kontroversi publik yang besar.

"There was no big fuss around the players who have gone through this before me." ucap Laporte.

Berdasarkan pengalamannya, terdapat puluhan rekan setimnya di tim muda Prancis yang akhirnya membela negara lain.

"22 or 23 players" kata Laporte.

Namun, kepindahan para pemain tersebut dinilai tidak mendapatkan eksposure yang sama dari media massa.

"did not receive the same media coverage" ujar Laporte.

Hal itulah yang membuat kasusnya terlihat sangat menonjol dibanding kepindahan pemain lainnya.

"the same fuss and echo" tutur Laporte.

Terlepas dari kontroversi masa lalu, Laporte merasa karakter permainannya sangat cocok dengan strategi yang diterapkan oleh pelatih Spanyol.

"The style of play we implement here is what makes me feel most comfortable, and that is where I feel I can give my best." kata Laporte.

Meski demikian, ia juga tidak ragu untuk bersuara mengenai adanya intrik dan dinamika non-teknis yang kerap terjadi di industri sepak bola.

"Of course there are other interests in the world of football. I know this from a reliable source." ucap Laporte.

Menurutnya, terkadang media atau pihak tertentu memiliki agenda tersendiri untuk menaikkan popularitas seorang pemain secara subjektif.

"Sometimes, they have an interest in highlighting one player more than another," lanjut Laporte.

Ia bahkan membagikan pengalaman pribadinya saat namanya dicoret dari daftar tim terbaik sebuah majalah olahraga ternama hanya karena masalah sepele.

"They told me that I was not in their ideal line-up because I did not donate a jersey… Details like these show that there are personal interests that can sometimes harm or benefit you." ungkap Laporte.

Di sisi lain, Laporte juga memberikan perhatian kepada mantan rekan setimnya di Arab Saudi, Cristiano Ronaldo, setelah Portugal tersingkir.

"He is a very important player in the football world, and it is a bit of a shame that he had to leave," tutur Laporte.

Kini, fokus sepenuhnya dialihkan untuk memenangkan pertandingan semifinal demi membawa Spanyol melangkah ke partai puncak.

"We must play our own style of play because I am convinced that the result will depend more on us than on them." kata Laporte.

Melalui wawancara terpisah yang dilansir dari RRI, ia kembali menegaskan ketetapan hatinya mengenai pilihan membela Spanyol.

"Itu adalah masa yang sulit bagi saya. Tetapi saya telah mengambil keputusan dan saya sangat bahagia dengan itu," ujar Laporte.

Ia kembali mencontohkan situasi rekan-rekannya semasa membela tim muda Prancis yang tidak mendapat tekanan serupa.

"Saya bermain bersama sekitar 22 atau 23 pemain di tim muda Prancis yang kemudian membela negara lain. Namun, kasus mereka tidak mendapat sorotan sebesar yang saya alami," kata Laporte.

Laporte merasa sangat nyaman dan mampu menunjukkan performa terbaiknya di bawah arahan taktik Spanyol saat ini.

"Gaya permainan yang kami terapkan di sini adalah yang membuat saya merasa paling nyaman. Di sinilah saya merasa bisa memberikan kemampuan terbaik," ucap Laporte.

Ia juga kembali mengingatkan publik mengenai adanya kepentingan komersial dan personal di luar lapangan hijau.

"Tentu saja ada kepentingan lain di dunia sepak bola. Saya mengetahui hal itu dari sumber yang terpercaya," tutur Laporte.

Pengalaman pribadinya dengan salah satu media olahraga besar menjadi bukti nyata adanya kepentingan di luar hal teknis.

"Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak masuk dalam susunan pemain terbaik karena saya tidak menyumbangkan jersey. Hal-hal seperti itu menunjukkan bahwa terkadang ada kepentingan pribadi yang bisa menguntungkan atau merugikan seorang pemain," jelas Laporte.

Terakhir, ia menyampaikan rasa simpatinya kepada Cristiano Ronaldo sembari menegaskan fokus utama skuad La Roja saat ini.

"Dia adalah pemain yang sangat penting bagi dunia sepak bola dan tentu disayangkan melihatnya harus pulang. Namun sekarang fokus kami adalah terus melaju di Piala Dunia," pungkas Laporte.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author