Badan Gizi Nasional Siapkan Empat Langkah Perbaikan Makan Bergizi Gratis

Share

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan empat langkah utama untuk memperbaiki Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi meningkatkan efektivitas, efisiensi anggaran, dan pemerataan manfaat bagi masyarakat luas pada Senin (8/6), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Penyusunan langkah baru tersebut diprioritaskan oleh jajaran pimpinan BGN agar penggunaan sumber daya mampu memberikan dampak paling maksimal bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi gizi.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami melakukan penataan pelaksanaan program agar kualitas layanan dapat terus ditingkatkan," ujar Kepala BGN, Nanik S. Deyang.

Penataan ini diawali dengan langkah pemfokusan ulang sasaran penerima manfaat kepada kelompok prioritas 3B yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita sebagai upaya pencegahan stunting.

Strategi kedua berupa penghentian sementara pembangunan dapur baru guna mengoptimalkan operasional fasilitas yang sudah ada sebelum melakukan ekspansi.

Standardisasi serta pembinaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi langkah ketiga demi menjaga mutu layanan, keamanan pangan, dan kualitas sumber daya manusia.

Adapun langkah keempat berfokus pada penguatan tata kelola program yang dijalankan melalui integrasi data beserta sistem informasi.

Di sisi lain, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan penguatan tata kelola akan dilakukan melalui peningkatan sistem pengendalian internal, validasi data, serta pengembangan sistem yang lebih terukur dan akuntabel.

Langkah perbaikan ini juga dirancang untuk mengatasi persoalan ketimpangan layanan karena sebaran dapur MBG saat ini masih terpusat di wilayah aglomerasi.

Guna memperluas jangkauan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), BGN menyiapkan skema adaptif dengan mengoptimalkan kantin sekolah, dapur umum, hingga fasilitas komunitas.

Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi bersama BUMN, pihak swasta melalui program CSR, serta yayasan untuk mendukung perluasan jangkauan program.

Nanik menegaskan kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama dalam proses konsolidasi program. Menurutnya, pembenahan standar operasional, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan pengawasan akan terus dilakukan agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author