Kurs Rupiah NDF Stabil di Rp17.870 per Dolar AS 23 Juni 2026

Share

Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar luar negeri bergerak stabil pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Dilansir dari Bloombergtechnoz, mata uang Garuda berada di level Rp17.870 hingga Rp17.872 per dolar AS pada pukul 07:20 WIB.

Kondisi ini terjadi di tengah indeks dolar AS yang bertahan tinggi pada level 101,03. Pada saat yang sama, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan setelah pemerintah AS memberikan kelonggaran ekspor kepada Iran.

Izin selama 60 hari dari pemerintah AS memungkinkan Iran kembali menjual minyak ke pasar internasional. Kebijakan ini memberi ruang bagi ekonomi Iran sekaligus meredakan ketegangan geopolitik global.

Minyak mentah WTI diperdagangkan pada kisaran US$74 per barel setelah melemah 2,6 persen pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga minyak Brent bergerak stabil pada rentang US$78,13 sampai US$78,16 per barel.

Meski harga minyak melandai, mayoritas mata uang di Asia belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Ketidakpastian mengenai kelanjutan perundingan antara AS dan Iran masih menjadi beban bagi sentimen pasar kawasan.

Won Korea Selatan mencatatkan pelemahan paling tajam sebesar 0,17 persen ke posisi KRW1.553,85 per dolar AS. Selanjutnya, dolar Singapura juga melemah terbatas 0,04 persen, sedangkan yen Jepang menguat tipis 0,01 persen.

Pelaku pasar global dinilai masih memprioritaskan faktor geopolitik dan arah kebijakan moneter The Fed yang hawkish dalam menentukan alokasi aset. Indeks dolar AS yang kuat mencerminkan permintaan terhadap aset safe haven belum mereda.

Bagi ekonomi domestik, penurunan harga minyak dunia dapat memberikan dampak positif. Perkembangan ini berpotensi menekan risiko pelebaran defisit transaksi berjalan serta mengurangi tekanan inflasi impor.

Posisi rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) yang tertahan di kisaran Rp17.870 per dolar AS mengindikasikan belum adanya tekanan jual baru. Namun, ruang penguatan rupiah masih terbatas karena kehati-hatian investor.

Dukungan terhadap stabilitas nilai tukar domestik saat ini ditopang oleh langkah Bank Indonesia. Kebijakan tersebut meliputi kenaikan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) serta penjagaan daya tarik instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada level 7,74 persen.

Berdasarkan analisis teknikal, nilai tukar rupiah hari ini masih menghadapi risiko pelemahan lanjutan. Target penurunan pertama diproyeksikan menuju level support di Rp17.850 per dolar AS.

Jika tekanan jual meningkat, target pelemahan kedua diperkirakan tertahan pada level Rp17.900 per dolar AS. Penembusan kedua level tersebut dengan volume besar berisiko membawa rupiah ke area psikologis Rp18.000 per dolar AS sebagai batas support terkuat.

Sebaliknya, jika rupiah berhasil berbalik menguat pada perdagangan hari ini, target resistance terdekat yang perlu dicermati berada pada posisi Rp17.800 per dolar AS. Target penguatan berikutnya terletak di level Rp17.740 per dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author