BPS Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Meningkat

Share

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang mencapai 1,38 juta kunjungan pada Mei 2026, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Rabu (1/7). Pertumbuhan sektor pariwisata ini menunjukkan tren positif melalui pintu masuk utama dan wilayah perbatasan di seluruh Indonesia. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan rincian pertumbuhan tersebut dalam konferensi pers resmi di Jakarta.

"Dengan demikian, kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dan perbatasan pada Mei 2026 sebanyak 1,38 juta kunjungan, naik 10,69% secara bulanan dan meningkat 5,83% dibandingkan Mei 2025," kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.

Secara kumulatif, arus kedatangan wisman selama periode Januari hingga Mei 2026 menyentuh angka 6,06 juta kunjungan, atau mengalami kenaikan sebesar 7,68% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. "Capaian kunjungan wisman pada Mei 2026 merupakan yang tertinggi sejak 2020," ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.

Warga negara Malaysia mendominasi pintu masuk utama dengan kontribusi sebesar 21,58%, diikuti oleh Australia sebesar 11,22%, dan Singapura dengan 9,89%, di mana Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali menjadi gerbang utama kedatangan. Peningkatan performa juga terjadi pada sektor domestik dengan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) yang menyentuh angka 106 juta perjalanan pada Mei 2026, tumbuh 8,83% dari bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan sejak awal tahun, akumulasi perjalanan domestik telah mencatatkan angka 523,22 juta perjalanan, tumbuh sebesar 2,86% dibandingkan tahun lalu. "Capaian Januari hingga Mei 2026 ini merupakan yang tertinggi sejak 2021," kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS. Kondisi kontras justru terlihat pada pergerakan ke luar negeri, di mana perjalanan wisatawan nasional (wisnas) merosot ke angka 550 ribu perjalanan atau turun sebesar 14,49% secara bulanan.

"Secara umum, penurunan perjalanan wisnas terutama disebabkan kenaikan harga tiket penerbangan, kenaikan harga avtur, dan juga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara tujuan utama," ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.

Di sektor perhotelan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk hotel berbintang pada Mei 2026 merangkak naik ke posisi 50,76%, mengalami peningkatan sebesar 1,93 poin dibanding April 2026. "Secara tahunan, peningkatan TPK juga dipengaruhi jumlah hari libur pada Mei yang lebih banyak dibandingkan Mei tahun lalu," ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS. Kenaikan okupansi hotel ini dipicu oleh momentum libur panjang serta maraknya agenda rapat, pertemuan, dan konferensi berskala nasional hingga internasional sepanjang bulan Mei.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author