KSP Dorong Pengembangan Ekosistem dan Pasar Ekonomi Kreatif

Share

Pengembangan sektor ekonomi kreatif nasional dinilai memerlukan dukungan ekosistem yang solid serta penetapan sasaran pasar yang tepat. Langkah ini penting untuk mengoptimalkan potensi besar para pelaku industri kreatif dalam negeri.

Seperti dilansir dari Detik Travel, Tenaga Ahli Madya Bidang Budaya dan Ekonomi Kreatif Kedeputian III Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Cheryl Anelia Tanzil menjelaskan bahwa ekosistem yang ideal harus mampu menjembatani talenta lokal dengan target pasar mereka.

Indonesia dinilai memiliki ketersediaan talenta kreatif yang sangat melimpah. Tantangan utama saat ini berfokus pada upaya mempertemukan para kreator tersebut dengan ruang pemasaran yang sesuai.

Cheryl menambahkan, potensi kreativitas masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai modal utama untuk memperluas diversifikasi sumber pendapatan negara. Upaya ini sekaligus bertujuan mengurangi ketergantungan pada investasi konvensional dan sektor berbasis sumber daya alam.

"Mimpi saya Indonesia itu bukan lagi menjadi negara yang maksudnya bergantung pada mineral dan bisnis-bisnis investasi. Mimpi saya Indonesia bisa menaikkan pertumbuhan ekonominya lewat ekonomi kreatif," kata Cheryl seperti dikutip Antara, Jumat (14/8/2026).

Guna mencapai target tersebut, para pelaku ekonomi kreatif diimbau untuk melampaui batas pasar domestik dan mulai menembus ceruk pasar internasional.

"Kita tidak bisa hidup dalam bubble, kita tidak bisa cuma melihat market Indonesia. Kita harus mulai melihat bagaimana mengembangkan market kita," kata dia.

Keberhasilan penetapan strategi pasar global ini terlihat dari beberapa produk lokal yang telah menembus pasar Singapura. Salah satu contohnya adalah jenama fesyen Oma Ethnic yang mencatatkan penjualan hingga 300 produk dalam kurun waktu satu minggu menggunakan mata uang dolar Singapura.

Pencapaian merek lokal tersebut membuktikan bahwa produk kreatif buatan dalam negeri memiliki daya saing serta nilai jual yang tinggi saat berhasil memasuki jaringan perdagangan global.

Sinergi antar komunitas dan pelaku usaha sangat diharapkan agar dapat memperkuat fondasi industri kreatif nasional secara berkelanjutan.

"Saya percaya dengan berbagai komunitas yang sekarang ada, ekonomi kreatif akan menjadi raja, menjadi tuan rumah di negara sendiri. Paling tidak untuk lima tahun ke depan," pungkas dia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author