Jakmania dan Shin Tae yong Kritik Panitia Piala Presiden 2026

Share

Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya bersama pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong melontarkan kritik tajam terhadap penyelenggara Piala Presiden 2026 menjelang laga semifinal melawan Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) sore.

Kritik mendasar diarahkan pada penetapan lokasi pertandingan yang mendadak serta kebijakan tanpa penonton. Pengumuman venue yang baru disampaikan pada Minggu (2/8/2026) dinilai mencerminkan minimnya antisipasi dan skenario cadangan dari Organizing Committee untuk pertandingan berisiko tinggi.

Ketidakpastian regulasi kehadiran suporter hingga menjelang laga semifinal dan partai puncak juga dinilai merugikan pihak klub maupun pendukung klub peserta.

"Sepertinya Panitia Pelaksana Piala Presiden tidak menyiapkan contingency plan terkait pelaksanaan semifinal dan final. Akibatnya semua pihak dirugikan, terutama tim dan suporter," kata Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya.

Aditya menekankan pentingnya kejelasan aturan agar tidak memicu berbagai spekulasi atau kebingungan bagi para pendukung sepak bola di lapangan.

"Sampai saat ini penyelenggara juga tidak jelas dalam menerapkan kebijakan apakah suporter tidak bisa hadir hanya di semifinal tanggal 4 Agustus atau juga pada final nanti. Saya harap semua kebijakan harus jelas dan diumumkan dari sekarang," tegas Muhammad Aditya.

Meski kecewa dengan keputusan panitia, pimpinan kelompok suporter tersebut mengimbau seluruh anggotanya untuk tetap menjaga kondusivitas suasana serta fokus memberikan dukungan positif.

"Pesan untuk suporter Persija adalah bagaimana kita selalu fokus untuk Persija dan memberikan energi sebesar-besarnya. Kita juga harus mengutamakan keamanan dan kenyamanan bersama. Semoga pertandingan besok membawa hasil terbaik untuk Persija dan TheJakmania," ujar Muhammad Aditya.

Di sisi teknis tim, Persija Jakarta memanfaatkan turnamen pramusim ini sebagai ajang rotasi dan persiapan fisik menyongsong musim baru. Pelatih Shin Tae-yong mengonfirmasi fokus utama skuadnya adalah pemulihan kondisi pemain serta pemberian jam terbang bagi pilar muda.

"Fokus kami saat ini adalah recovery pemain agar dapat pulihkan stamina secara maksimal untuk laga besok. Lawan kami adalah rival, Persib Bandung. Semoga kami bisa menang," kata Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong.

Persija dipastikan tampil tanpa beberapa pemain utama, namun tim pelatih tetap optimistis menyajikan penampilan terbaik pada pertandingan bertajuk derby tersebut.

"Rencana awal kami training camp ke Thailand, akan tetapi tiba-tiba ada perubahan jadwal dan bermain di Piala Presiden. Banyak juga yang akan kami mainkan pemain muda agar dapat chemistry yang baik itu untuk bermain di liga nanti," ujar Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut menambahkan penegasan mengenai tingkat motivasi timnya untuk menghadapi laga krusial ini.

"Lawan Persib Bandung kami akan berikan motivasi yang besar untuk pemain," tutur Shin Tae-yong.

Mengenai ketersediaan amunisi tim, juru taktik tersebut membeberkan kondisi terkini kedalaman skuadnya.

"Dua hingga tiga pemain dipastikan tidak bisa bermain tapi selebihnya akan bisa dimaksimalkan," kata Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong turut menyampaikan pandangannya terkait atmosfer pertandingan tanpa penonton akibat pemindahan lokasi laga.

"Sangat disayangkan pemindahan venue ini karena adanya suporter, pemain bisa lebih semangat. Namanya olahraga sepak bola pasti ada suporter dan itu sangat disayangkan (tanpa penonton)," kata Shin Tae-yong.

Dalam keterangan terpisah, Shin Tae-yong menegaskan kembali bahwa porsi persiapan fokus pada pemulihan fisik pemain agar sanggup menerapkan strategi tim secara optimal.

"Tidak ada yang terlalu spesial. Kami bersiap agar para pemain bisa bekerja keras, dengan memulihkan kondisi fisik mereka dengan cepat agar bisa tampil maksimal," ujar Shin Tae-yong.

Ia menuturkan bahwa turnamen ini menjadi wadah berharga untuk mematangkan transisi para pemain baru dan pemain muda sebelum kompetisi resmi bergulir.

“Sejujurnya kami tidak terlalu memfokuskan turnamen ini (secara berlebihan), melainkan memberi kesempatan bertanding bagi pemain-pemain muda dan baru. Namun, karena lawannya adalah Persib, bagaimanapun juga mentalitas para pemain dan segalanya harus kuat untuk memberikan pertandingan yang baik. Jadi kami pasti akan berbuat yang terbaik,” kata Shin Tae-yong.

Ia kembali menegaskan penyesalannya terkait ketiadaan penonton di dalam stadion pada laga penting ini.

“Sangat disayangkan. Sebenarnya dalam olahraga itu harus ada penonton agar para pemain bersemangat. Di pertandingan penting seperti ini bertanding tanpa penonton, secara pribadi, saya menilai sangat disayangkan,” tutur Shin Tae-yong.

Sementara itu, dari kubu lawan, gelandang senior Persib Bandung Dedi Kusnandar menegaskan bahwa timnya dalam kondisi siap tempur di mana pun lokasi pertandingan ditetapkan oleh penyelenggara.

"Di mana pun kami harus siap. Kami ikuti instruksi," kata Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar dilansir dari Kompas.tv dan Medcom.id.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author