Krisis Memori Global Picu Penurunan Pengapalan PC untuk Pertama Kali

Share

Krisis memori global yang berkepanjangan akhirnya berdampak serius pada industri komputer. Untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, volume pengapalan PC di pasar global mencatatkan penurunan signifikan.

Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), dikutip dari Detik iNET, pengiriman PC global pada kuartal kedua (Q2) 2026 merosot hampir 5% menjadi 68,2 juta unit. Penurunan ini memutus tren pertumbuhan yang sempat bertahan selama sembilan kuartal berturut-turut.

Kondisi lesu ini mulai terasa sejak akhir tahun 2025. Kenaikan harga memori berubah menjadi kelangkaan karena para produsen lebih memprioritaskan pembuatan chip canggih untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI). IDC memproyeksikan krisis komponen ini masih akan berlangsung hingga tahun 2028.

Meskipun jumlah perangkat yang dikirimkan menyusut, IDC menemukan anomali dalam risetnya. Pendapatan para produsen PC justru menunjukkan grafik kenaikan karena vendor mengerek harga jual lebih cepat daripada laju penurunan permintaan konsumen.

"Kisah sebenarnya di sini adalah kesenjangan antara unit dan dolar: pengiriman menurun tapi pendapatan meningkat," kata peneliti IDC Jitesh Ubrani, seperti dikutip dari Engadget, Jumat (10/7/2026).

"Para produsen bersiap menghadapi kenaikan harga lebih lanjut hingga tahun 2027," sambungnya.

Jitesh Ubrani memprediksi penurunan permintaan akan semakin tajam menjelang akhir tahun ini. Faktor utamanya adalah menipisnya persediaan perangkat di pasar dan konsumen yang harus menghadapi harga jual yang kian melambung, sehingga berpotensi menahan siklus upgrade perangkat.

Apple Melaju Sendiri Lewat MacBook Neo

Di tengah tekanan pasar, Apple menjadi satu-satunya dari lima vendor PC teratas yang berhasil mencatatkan pertumbuhan. Performa positif ini didorong oleh peluncuran produk laptop MacBook Neo yang dipasarkan dengan harga lebih terjangkau.

Raksasa teknologi ini berhasil mengapalkan 600.000 unit Mac lebih banyak pada kuartal ini jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Lonjakan performa tersebut sukses mendongkrak pangsa pasar global Apple dari 8,5% menjadi hampir 10%.

Walau demikian, Apple tetap tidak luput dari dampak lonjakan harga RAM global. Perusahaan tersebut baru-baru ini menaikkan harga MacBook Neo dari USD 600 menjadi USD 700, sementara lini produk premium mereka mengalami penyesuaian harga yang jauh lebih besar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author