DPR Soroti Efisiensi ASN dengan Pemanfaatan Teknologi AI di Jakarta
Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf menyoroti pemanfaatan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), dalam kinerja aparatur sipil negara (ASN) saat rapat kerja bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Dede menekankan bahwa penggunaan AI dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan yang sebelumnya memerlukan banyak orang. "Kalau dulu kita memerlukan ada dua tiga orang untuk membuat sebuah presentasi, sekarang tidak perlu, ya," ujar Dede.
Menurutnya, digitalisasi harus diikuti evaluasi kebutuhan ASN, khususnya di daerah. Ia mencontohkan kantor kecamatan yang kini bisa memiliki puluhan pegawai, padahal dengan digitalisasi jumlah itu bisa dikurangi menjadi 15 sampai 20 orang.
"Padahal sebagaimana kita ketahui dengan adanya digitalisasi dan lain-lain, mungkin itu mestinya tidak perlu sampai puluhan orang. Mungkin cukup 15 sampai 20 orang," kata Dede.
Dede juga mempertanyakan kesiapan pemerintah menghadapi perubahan tersebut, termasuk potensi pengurangan jumlah ASN akibat teknologi. "Nah ini konteksnya kalau kita perhatikan juga, bahwa apakah ASN-ASN kita ke depan akan menjadi mass product atau akan terjadi pengurangan?" ujarnya.
Dia meminta LAN menyiapkan konsep pengembangan kompetensi ASN agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan inovasi, termasuk AI. "Nah, apa ada konsep ke depan terkait dengan pengembangan kompetensi ASN menyikapi perkembangan teknologi, inovasi, termasuk Artificial Intelligence itu?" tambah Dede.
Kepala LAN Muhammad Taufik menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan transformasi pengembangan kompetensi ASN selama hampir dua tahun, dengan fokus memperkuat ekosistem pembelajaran yang melibatkan berbagai pihak, termasuk start-up teknologi dan sektor swasta.
"Capaian pelaksanaan transformasi pengembangan kompetensi selama kurang lebih hampir 2 tahun ini dilakukan dengan bagaimana melakukan transformasi memperkuat ekosistem pembelajaran yang melibatkan berbagai pihak termasuk banyak start-up-start-up teknologi terkait private sector yang bergerak di bidang terutama kita ingin memperkuat pengembangan kompetensi di bidang AI," ujar Taufik.
Taufik menyebut LAN bekerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kompetensi ASN, seperti Microsoft, Google, dan Amazon Web Services.
"Kita tidak hanya apa partner dari apa dalam negeri, tapi juga luar negeri, ya. Tidak hanya pemerintah, tapi juga dari swasta, seperti Microsoft, Google, ada Amazon Web Services, dan seterusnya," ucap Taufik.
Menurut Taufik, pengembangan kompetensi diarahkan agar pelatihan ASN tidak hanya menghasilkan sertifikat, tetapi berdampak langsung pada kinerja. "Dan ini kita harapkan memudahkan bagi ASN belajar secara berdampak, belajar yang betul-betul kemudian berorientasi pada outcome," tutupnya.
Berita ini dilansir dari Detikcom.