Krakatau Steel Jual Seluruh Saham di Krakatau Osaka Steel
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Krakatau Osaka Steel kepada Osaka Steel Co. Ltd. senilai US$14 juta atau sekitar Rp251,58 miliar pada hari Selasa (7/7/2026).
Dilansir dari Bloomberg Technoz, perseroan menjual 14.000 lembar saham seri B yang mewakili 20 persen hak suara dan 14 persen dari seluruh saham ditempatkan di KOS. Transaksi ini disahkan melalui akta perjanjian pengalihan hak atas saham nomor 105 tertanggal 29 Juni 2026 di hadapan Notaris Humberg Lie di Jakarta Utara.
Langkah divestasi ini diambil setelah manajemen Osaka Steel memutuskan menutup pabrik joint venture di Cilegon tersebut per 30 Juni 2026 akibat menderita kerugian sejak tahun 2022. Sebelum transaksi ini terjadi, Osaka Steel memegang saham mayoritas sebesar 86 persen, sedangkan KRAS menguasai sisa 14 persen.
"Harga yang wajib dibayarkan oleh Osaka Steel Co kepada perseroan atas penjualan saham adalah sebesar US$14 juta, sebagaimana telah dibayar lunas kepada perseroan pada tanggal akta jual beli saham," kata Plt Corporate Secretary KRAS Rachman Hidayat lewat keterbukaan informasi, Selasa (7/7/2026).
Pihak manajemen memastikan bahwa proses divestasi aset perusahaan patungan tersebut kini telah selesai sepenuhnya secara hukum.
"Pengalihan saham telah menjadi efektif dan karenanya seluruh saham milik perseroan dalam Krakatau Osaka Steel telah sepenuhnya beralih ke Osaka Steel," kata Rachman.
Di sisi lain, KRAS mencatatkan pemulihan kinerja keuangan internal pada kuartal I-2026 dengan membukukan pendapatan sebesar US$262,4 juta dan laba bersih sebesar US$4,6 juta. Total produksi emiten baja pelat merah ini mencapai 360 ribu ton hingga Maret 2026, ditopang operasional Hot Strip Mill sebesar 230 ribu ton dan Cold Rolling Mill sebesar 130 ribu ton.
"Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap di awal tahun ini, namun kami tetap memandang program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini," kata Direktur Utama KRAS Akbar Djohan lewat keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).