KPPU Dorong Efisiensi Ekonomi Lewat Konsep Konstanta Asa

Share

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Fanshurullah Asa resmi dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan di Bidang Ilmu Teknik Sipil dengan Spesialisasi Manajemen Konstruksi oleh Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA). Seperti dilansir dari Detikcom, pria yang akrab disapa Ifan ini memperkenalkan konsep baru bernama 'Konstanta Asa' dalam orasi ilmiahnya.

Formulasi konsep tersebut membuktikan bahwa pembenahan sistem tata kelola secara berkelanjutan dapat memicu lonjakan output ekonomi. Uniknya, lompatan produktivitas ini mampu dicapai tanpa memerlukan penambahan modal ataupun perekrutan tenaga kerja baru.

Gagasan ilmiah ini berakar dari riset mendalam terkait implementasi sistem manajemen mutu. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan yang ideal melahirkan efisiensi pembiayaan, memacu daya produksi, serta menciptakan efek berganda bagi sistem produksi di skala nasional.

"Perbaikan sistem manajemen yang dilakukan secara konsisten mampu meningkatkan output ekonomi. Artinya, produktivitas tidak hanya ditentukan oleh tambahan modal dan tenaga kerja, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan manajemen," ujar Ifan dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Ia menilai pemacuan ekonomi di era modern tidak dapat bertumpu pada aspek investasi formal dan pembenahan sumber daya manusia semata. Faktor lain seperti akselerasi teknologi, mutu tata kelola, dan atmosfer kompetisi usaha yang sehat memegang peran vital dalam menyokong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Pembangunan nasional yang kuat dinilai perlu bertumpu pada tiga fondasi utama yang saling mengikat. Fondasi tersebut meliputi efisiensi produksi berbasis ekonomi dan teknologi, sistem manajemen yang bermutu, serta iklim pasar yang kompetitif melalui penegakan hukum persaingan usaha.

Ketiganya wajib diselaraskan secara seimbang demi menghindari biaya pembangunan yang membengkak. Tata kelola yang buruk berisiko membuat arah pembangunan menjadi kabur, sementara ketiadaan iklim kompetisi yang sehat akan menggerus nilai keadilan sekaligus melemahkan daya dorong produktivitas.

Teori Konstanta Asa menegaskan bahwa akselerasi produktivitas tidak melulu bertumpu pada ketersediaan modal berskala besar. Penguatan inovasi, tata kelola yang matang, dan persaingan usaha yang sehat menjadi instrumen pengganti yang tidak kalah efektif.

Sektor infrastruktur, energi, dan konstruksi menjadi potret riil bagaimana tata kelola serta kompetisi pasar yang sehat mengontrol kualitas pembangunan. Munculnya kongkalikong lelang, pembatasan akses pasar, hingga konsentrasi pasar yang berlebih memicu lonjakan biaya pembangunan yang merugikan publik.

Kondisi ini mendasari langkah KPPU untuk terus menguatkan penegakan hukum persaingan usaha di Indonesia. Lembaga ini juga gencar mengampanyekan Program Kepatuhan Persaingan Usaha demi mewujudkan pasar yang lebih kompetitif, efisien, dan berkeadilan.

Guna mematangkan daya saing di sektor konstruksi dan energi, terdapat delapan pilar strategis yang ditawarkan. Solusi ini mencakup percepatan reformasi aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah lewat LKPP, penguatan posisi Dewan Insinyur Indonesia, serta optimalisasi program kepatuhan internal KPPU.

Langkah teknis lainnya berupa kewajiban penerapan standar ISO 21500 dalam proses tender serta penyatuan manajemen proyek dengan aspek mutu, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan (QHSE). Pembenahan internal juga menyasar Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) melalui penguatan instansi dan pembaruan regulasi.

Selanjutnya, pengawasan investasi pada jaringan transmisi dan distribusi gas bumi akan dioptimalkan melalui penerapan Peraturan BPH Migas Nomor 15 Tahun 2019. Langkah penutup difokuskan pada percepatan pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga hingga empat juta sambungan yang disinergikan dengan Program Tiga Juta Rumah.

Implementasi seluruh pilar strategis ini ditargetkan mampu melahirkan proses pembangunan yang transparan dan kompetitif. Skema ini sekaligus memperkuat daya produktivitas nasional melalui integrasi manajemen modern dan iklim usaha yang sehat.

Agenda pengukuhan profesor kehormatan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto. Tampak hadir pula Kepala BPKN Muhammad Mufti Mubarok, jajaran Senat Akademik dan guru besar UNISSULA, perwakilan pemerintah, dunia usaha, serta jajaran pejabat teras KPPU.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author