Pemerintah Korea Selatan Buka Wisata Sejarah Kawasan DMZ

Share

Zona Demiliterisasi Korea atau Demilitarized Zone (DMZ) merupakan salah satu garis perbatasan yang paling ketat dijaga di dunia. Seperti dilansir dari Detik Travel, perbatasan damai sepanjang 250 kilometer dengan lebar 4 kilometer ini kini dibuka untuk kunjungan wisatawan.

Kawasan DMZ tercipta pasca-gencatan senjata Perang Korea pada tanggal 27 Juli 1953. Wilayah ini berfungsi sebagai zona penyangga untuk mencegah pecahnya kembali konflik bersenjata antara Korea Selatan dan Korea Utara yang secara teknis masih berperang.

Selama puluhan tahun, DMZ identik dengan kawat berduri, pos penjagaan militer, dan ketegangan geopolitik yang tinggi. Area ini sepenuhnya steril dari aktivitas warga sipil biasa, sehingga alam berkembang dengan sangat liar dan lestari tanpa sentuhan manusia.

Melalui program DMZ Peace Tour, pemerintah Korea Selatan membuka gerbang pembatas ini secara terbatas. Destinasi wisata edukasi dan sejarah ini terbagi di dua provinsi utama bagi para wisatawan dunia.

Provinsi Gyeonggi, khususnya wilayah Paju, menjadi titik akses DMZ yang paling populer bagi wisatawan karena jaraknya dekat dengan ibu kota Seoul. Lokasi pertama adalah Imjingak Pyeonghwa-Nuri Park & DMZ Live yang menyediakan ruang pameran teknologi tinggi interaktif sejak tahun 2020.

Titik berikutnya adalah Panmunjeom atau Joint Security Area (JSA) yang menjadi jantung ketegangan sekaligus perdamaian. Tempat ini merupakan area keamanan bersama dengan tentara Korsel dan Korut yang berdiri saling berhadapan.

Wisatawan juga dapat mengunjungi Dorasan Station, sebuah stasiun kereta api internasional di dalam Zona Kendali Sipil. Stasiun ini dirancang untuk menghubungkan jalur kereta api Korea Selatan menuju Korea Utara hingga menembus trans-Siberia di masa depan.

Terdapat pula The 3rd Tunnel, yaitu terowongan penyusupan ketiga yang ditemukan pada tahun 1978. Terowongan bawah tanah sepanjang 52 kilometer dari kota Seoul ini dibangun secara rahasia oleh Korea Utara untuk melewatkan ribuan tentara per jam dalam serangan mendadak.

Destinasi Sektor Timur di Provinsi Gangwon-do

Provinsi Gangwon menawarkan lintasan DMZ terbesar yang berbatasan langsung dengan Korea Utara dengan lanskap alam mentah dan nilai sejarah perang yang kental. Di wilayah Goseong, terdapat Goseong Unification Observation Tower yang menyajikan pemandangan Gunung Geumgangsan.

Kawasan Goseong juga memiliki Hwajinpo, area danau air payau yang menjadi lokasi Hwajinpo Castle. Tempat ini dulunya merupakan pondok peristirahatan musim panas milik Presiden pertama Korea Selatan Rhee Syngman dan Pendiri Korea Utara Kim Il-sung sebelum perang pecah.

Di wilayah Cheorwon, pengunjung dapat mendatangi DMZ Eco Peace Park dan Woljeong-ri Station yang menampilkan puing kereta api hancur akibat bom. Terdapat pula Korean Worker's Party Headquarters yang merupakan bangunan hancur bergaya Uni Soviet bekas markas besar Partai Buruh Korea Utara.

Wilayah Cheorwon juga dilengkapi dengan Cheorwon Peace Observatory yang menyediakan teleskop berspesifikasi tinggi untuk melihat pos penjagaan Korea Utara. Sementara di wilayah Yanggu, terdapat The 4th Tunnel yang ditemukan pada tahun 1990 dan dilengkapi kereta listrik dalam tanah.

Wisatawan di Yanggu dapat mengunjungi Observatorium Eulji untuk melihat panorama cekungan Punchbowl. Wilayah ini juga memiliki Dutayeon Pool, kolam alami berair jernih di dalam area kontrol militer yang sempat tertutup bagi publik selama lebih dari 50 tahun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author