Pub Uchida di Tokyo Atur Jam Buka Unik Khusus Pagi Hari
Kedai minuman atau pub umumnya identik dengan suasana malam hari untuk melepas penat. Namun, kedai legendaris Uchida di kawasan Tateishi, Tokyo, Jepang, memberlakukan aturan berbeda dengan melayani pengunjung mulai pagi hari saat akhir pekan.
Uchida telah beroperasi sejak tahun 1946. Seperti dikutip dari Detik Food, waktu operasional tempat ini terbilang singkat dibandingkan pub pada umumnya. Pada hari biasa, Uchida buka mulai pukul 14.00 hingga 19.00 waktu setempat, sedangkan saat akhir pekan kedai ini melayani pembeli sejak pukul 10.00 pagi hingga sore hari.
Meskipun memiliki jam operasional yang tak lazim, antusiasme pengunjung sangat tinggi. Antrean calon pembeli kerap mengular jauh sebelum pintu kedai dibuka pada pukul 10.00 pagi.
Sejumlah pelanggan setia bahkan mendatangi lokasi sebelum pukul 06.00 pagi. Ketika tim Sora News 24 mendatangi lokasi pada pukul 07.00 pagi, tercatat lebih dari 30 orang sudah berdiri dalam antrean.
Guna menjaga ketertiban, pengelola menerapkan sistem antrean yang praktis. Petugas akan membagikan nomor antrean secara lisan kepada calon pengunjung tanpa perlu menunggu terus-menerus di depan kedai.
Petugas memberi tahu nomor antrean dan meminta pelanggan mengingatnya secara mandiri. Pengunjung juga diberi petunjuk mengenai waktu kedatangan kembali sebelum dipanggil masuk.
Selain jadwal buka yang tidak biasa, tempat ini memberlakukan serangkaian aturan ketat yang wajib dipatuhi oleh seluruh pengunjung di dalam area kedai.
Pengunjung dilarang memotret area dalam pub, kecuali foto makanan atau minuman yang dipesan. Pengelola juga melarang diletakkannya telepon seluler di atas meja atau konter.
Penggunaan telepon seluler dan percakapan antarruang sangat dibatasi. Pengunjung diminta tidak berbicara dengan orang lain serta dilarang makan dengan posisi siku menempel di atas meja.
Saat memasuki atau meninggalkan area restoran, tas bahu atau ransel harus dilepas dan dibawa di bagian depan tubuh. Seluruh anggota rombongan juga wajib berada di lokasi antrean untuk dapat masuk bersamaan.
Durasi waktu makan setiap pengunjung dibatasi maksimal satu jam. Pengelola juga menolak calon pelanggan yang terdeteksi sudah mengonsumsi alkohol di tempat lain sebelumnya.
Sajian Utama dan Pembatasan Pesanan
Menu andalan yang ditawarkan kedai ini adalah motsu, yaitu hidangan daging atau jeroan babi dan sapi yang diolah dengan cara dipanggang atau direbus.
Pengunjung dapat memilih berbagai potongan jeroan seperti reba (hati), shiro (usus), abura (lemak), hatsu (jantung), teppo (rektum), hingga tan (lidah). Bumbu yang disediakan meliputi tare (saus gurih manis), shio (garam), miso, dan suyaki (polos).
Tingkat kematangan hidangan juga dapat disesuaikan dengan selera pembeli. Pilihan yang tersedia mencakup futsu (standar), wakayaki (matang empuk), serta yokuyaki (matang sempurna).
Suasana interior pub terbilang sangat sederhana tanpa ornamen mewah. Harga makanan dipatok cukup terjangkau, misalnya sepiring motsu rebus dijual seharga 250 yen atau sekitar Rp27 ribu.
Minuman khas tempat ini adalah umewari, sebuah racikan koktail beralkohol tinggi yang juga dibanderol 250 yen per gelas. Karena kadarnya yang kuat, pengelola membatasi konsumsi maksimal tiga gelas per orang demi menjaga keamanan pengunjung.
Bagi yang ingin berkunjung, kedai ini berlokasi di Tateishi 1-18-8, Katsushika-ku, Tokyo. Operasional rutin berlangsung Selasa hingga Jumat pukul 14.00–19.00, serta akhir pekan mulai pukul 10.00 pagi.