Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Melonjak Menjadi 1430 Orang
Gempa bumi kembar berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang mengguncang pesisir Karibia, Venezuela, pada Rabu (24/6) telah menewaskan sedikitnya 1.430 orang. Korban jiwa dilaporkan melonjak drastis setelah otoritas setempat melakukan pemutakhiran data pascabencana.
Dilansir dari Detikcom melalui AFP, Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengonfirmasi jumlah kematian tersebut pada Minggu (28/6). Selain korban tewas, Rodriguez juga melaporkan adanya 3.238 warga yang mengalami luka-luka akibat bencana dahsyat ini.
Sebelumnya, otoritas Venezuela mengumumkan jumlah korban tewas mencapai 920 orang dengan 3.000 korban luka. Lebih dari 170 orang diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut fenomena dua gempa besar yang terjadi berurutan ini sebagai gempa bumi "doublet" atau gempa kembar. Guncangan ini menghancurkan banyak bangunan serta merusak bandara utama di Venezuela.
Kondisi di lapangan memicu rasa frustrasi warga lokal, terutama di wilayah terdampak parah seperti negara bagian La Guaria. Lambatnya penyaluran bantuan logistik dan evakuasi memperburuk keadaan sekitar dua hari setelah gempa melanda.
Warga bersama relawan terpaksa membongkar puing-puing bangunan menggunakan tangan kosong. Situasi darurat ini terjadi akibat minimnya alat berat yang dikerahkan serta belum adanya kehadiran pejabat resmi di lokasi tersebut.