Otoritas Spanyol Izinkan Ribuan Warga Korban Kebakaran Kembali ke Rumah

Share

Pemerintah Spanyol resmi mengizinkan puluhan ribu warga dari 13 kotamadya di wilayah Madrid dan Avila untuk kembali ke rumah mereka mulai Selasa, 28 Juli 2026 pukul 17.00 waktu setempat, seiring membaiknya penanganan kebakaran hutan besar di Sierra Oeste.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencabut perintah evakuasi bagi delapan kotamadya di Madrid dan lima di Avila, serta mengakhiri aturan isolasi wilayah untuk beberapa kawasan pemukiman lain di kawasan tengah Spanyol tersebut.

Keputusan realokasi ini diperkirakan memberi jalan bagi sekitar 34.000 warga Madrid untuk kembali ke kediaman masing-masing atau keluar dari pembatasan isolasi, sementara sekitar 21.000 warga lainnya masih harus bertahan dalam status evakuasi.

Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, mengimbau masyarakat yang kembali untuk tetap berhati-hati dan menggunakan alat pelindung diri seperti masker karena wilayah yang didatangi merupakan daerah bekas bencana.

"Saya meminta kerja sama dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat serta warga. Saya tahu Anda sekalian telah menunggu momen ini, tetapi dua jam bukanlah waktu yang lama untuk melakukankannya dengan ketenangan dan keamanan yang sama," kata Fernando Grande-Marlaska, Menteri Dalam Negeri Spanyol.

Langkah penanganan di lapangan terus diperkuat oleh ratusan personel gabungan untuk mengamankan area yang hangus terbakar dari potensi munculnya titik api baru.

"Kami sedang menahan kebakaran di area tersebut dan hari ini kami bekerja keras untuk mengkonsolidasikan kemajuan yang dicapai sepanjang dini hari tadi, baik melalui jalur udara maupun darat," ujar Fernando Grande-Marlaska, Menteri Dalam Negeri Spanyol.

Kondisi di titik lain seperti Casillas dan Mijares juga dilaporkan menunjukkan perkembangan positif setelah tim pemadam bekerja melintasi malam.

"Penyebaran api telah tertahan dan kobaran api semakin mengecil, sehingga kuncinya adalah mengendalikan titik-titik berasap tersebut selama 12 jam ke depan guna menghindari situasi bahaya lainnya," kata Francisco Javier Marcos, Letnan Jenderal UME.

Grande-Marlaska menegaskan bahwa kabar yang menyebut Spanyol kehabisan armada penanggulangan bencana adalah tidak benar.

"Saya tidak tahu dari mana asal narasi bohong itu karena hal tersebut sepenuhnya palsu. Kita memiliki semakin banyak sarana di Spanyol, di Uni Eropa, dan sistem perlindungan sipil nasional yang jauh lebih kuat," kata Fernando Grande-Marlaska, Menteri Dalam Negeri Spanyol.

Di tempat terpisah, situasi di wilayah Castile-La Mancha mulai terkendali sehingga tingkat darurat dapat diturunkan.

"Dengan keluar dari tingkat 3, kita mendapatkan kembali kendali, terutama atas petugas dan peralatan kita, untuk dapat menangani kebakaran lain di provinsi Toledo dan seluruh wilayah dengan tenang," kata Emiliano Garcia-Page, Presiden Castile-La Mancha.

Meskipun situasi di Madrid dan Avila membaik, titik kebakaran di kawasan La Vall d'Uixo, Castellon, masih terus ditangani intensif oleh petugas pemadam.

"Kebakaran masih sangat aktif dan di siang hari telah terjadi beberapa kobaran ulang di berbagai titik, sehingga kami bekerja tanpa henti," kata David Vicente, Deputi Pemadam Kebakaran Dewan Provinsi Castellon.

Otoritas setempat terus menyesuaikan strategi pemadaman karena kondisi cuaca dan angin kencang yang menyulitkan operasi udara.

"Sore ini diperkirakan akan sangat panjang dan armada udara terus terbang untuk membantu memadamkan api, namun situasinya tetap rumit," ujar David Vicente, Deputi Pemadam Kebakaran Dewan Provinsi Castellon.

Insiden kebakaran forestal di Spanyol sepanjang bulan Juli ini telah melahap puluhan ribu hektar lahan dan merusak sejumlah infrastruktur pemukiman warga.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author