Koran Iran Rilis Daftar Target Pembalasan Pembunuhan Ali Khamenei

Share

Sebuah surat kabar konservatif di Iran merilis daftar berisi 13 pemimpin asing dari Amerika Serikat, Israel, dan Eropa yang menjadi target pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, seperti dilansir dari Detikcom pada Senin (13/7/2026).

Langkah ini menyusul tewasnya Khamenei pada 28 Februari lalu akibat serangan AS-Israel di hari pertama perang Timur Tengah. Pengumuman target pembalasan tersebut disampaikan oleh putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, yang bersumpah untuk menuntut balas atas kematian ayahnya.

"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," kata Mojtaba pada hari Sabtu (11/7) lalu dalam pesan pertamanya sejak pemakaman ayahnya minggu ini.

Pernyataan tersebut kemudian dipertegas kembali melalui pesan lanjutan yang disiarkan oleh media internasional. Mojtaba menyatakan bahwa para tokoh yang masuk dalam daftar tersebut tidak akan luput dari ancaman Iran.

"Para penjahat ini, yang namanya tercantum dalam daftar, akan membawa ke liang kubur mereka keinginan untuk mati dengan tenang di tempat tidur mereka," imbuh Mojtaba, dilansir kantor berita AFP, Senin (13/7/2026).

Infografis yang menampilkan foto para pemimpin asing bersama dengan pernyataan Mojtaba dirilis oleh surat kabar Hamshahri, sebuah media milik pemerintah di Teheran, pada Sabtu malam. Meski Mojtaba menyatakan Iran telah menyusun daftar individu tersebut, ia tidak menyebutkan nama secara langsung, dan belum ada indikasi bahwa daftar di surat kabar itu didukung secara resmi oleh pemerintah.

Sejumlah nama besar yang masuk dalam infografis tersebut meliputi Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Tokoh lain yang turut tercantum adalah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Daftar tersebut dilaporkan tidak muncul kembali dalam edisi cetak hari Minggu surat kabar bersangkutan. Sepanjang perang berlangsung, pihak Iran terus menuduh negara-negara Eropa terlibat karena mengizinkan pesawat militer AS melewati wilayah udara mereka serta gagal mengutuk serangan di wilayah Iran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author