Kopi Saring Terbukti Menghambat Penuaan Dini Dibanding Kopi Instan

Share

Kebiasaan minum kopi harian ternyata memberikan dampak berbeda pada proses penuaan tubuh, tergantung pada metode penyajiannya. Riset terbaru menunjukkan bahwa kopi saring lebih efektif mendukung kesehatan seluler dibandingkan kopi instan.

Penelitian dari jurnal NPJ Science of Food ini menganalisis data hampir 49.500 partisipan di UK Biobank dengan rata-rata usia 56,4 tahun, seperti dilansir dari Detik Health. Peneliti mengukur usia biologis peserta melalui tiga indikator medis utama.

Indikator tersebut meliputi panjang telomer leukosit relatif, percepatan PhenoAge dari tes darah rutin, serta metode Klemera-Doubal Method. Tiga indikator ini mengukur tingkat kerusakan sel dan risiko penyakit tubuh secara komprehensif.

Hasil analisis menunjukkan penikmat kopi saring mencatatkan percepatan usia biologis yang lebih rendah serta telomer yang lebih panjang. Kondisi ini menjadi penanda penting dari proses penuaan yang lebih lambat dan sehat.

Sebaliknya, konsumsi kopi instan justru menunjukkan hasil yang berlawanan pada tubuh peserta. Kebiasaan ini berkaitan dengan skor percepatan usia yang lebih tinggi dan ukuran telomer yang lebih pendek.

"Konsumsi kopi saring berkaitan dengan penurunan risiko penuaan biologis. Sebaliknya, kopi instan justru berhubungan dengan peningkatan risiko percepatan penuaan," tulis kesimpulan studi tersebut, dikutip dari Huffington Post via Detik Health.

Untuk memperoleh khasiat kesehatan yang optimal dari sajian kopi harian, terdapat beberapa langkah penyajian yang dapat diterapkan secara rutin.

Pertama, hindari penambahan gula atau pemanis buatan agar kandungan antioksidan di dalamnya tetap terjaga. Kedua, utamakan penggunaan penyaring atau filter saat menyeduh kopi guna melindungi kesehatan sel.

Terakhir, mengonsumsi kopi setelah menyelesaikan sarapan dapat membantu tubuh menyerap manfaat kafein secara lebih optimal.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: kesehatan kopi penuaan dini
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author