Konsumsi Pertalite Melonjak 9,4 Persen Imbas Penyesuaian Harga BBM

Share

PT Pertamina Patra Niaga melaporkan terjadinya pergeseran pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masyarakat setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada 18 April 2026 lalu.

Perubahan perilaku ini memicu peningkatan konsumsi BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, sementara penjualan BBM nonsubsidi justru mengalami penurunan, seperti dilansir dari Detik Finance.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto memaparkan kondisi tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Kamis, 16 Juli 2026.

"Sejak Pertamina melakukan penyesuaian harga, khususnya BBM per 18 April yang lalu, telah terjadi perubahan perilaku konsumen untuk konsumsi BBM, yang saat ini terjadi peningkatan konsumsi BBM khususnya produk BBM PSO, baik itu Pertalite maupun Biosolar," kata Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga.

Eko memaparkan bahwa konsumsi bensin jenis Pertalite pada bulan Juli mengalami kenaikan sekitar 9,4 persen, dengan porsi komposisi yang meningkat dari 75 persen pada periode Januari-Mei menjadi sekitar 80 persen.

Di sisi lain, penjualan BBM nonsubsidi jenis bensin seperti Pertamax Series mengalami penurunan hingga mencapai kisaran 18 persen dari periode sebelumnya.

"Dampaknya adalah saat ini produk-produk BBM JBU, khususnya Pertamax series, terjadi penurunan hampir 18% dibandingkan periode sebelumnya. Ini mungkin salah satu lonjakan demand di beberapa wilayah yang saat ini juga membuat perubahan operasi dari Pertamina Patraniaga untuk bisa meng-cover atau mem-build up stock di semua jaringan lembaga penyalur kita, khususnya SPBU," kata Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga.

Kondisi serupa juga terdeteksi pada segmen bahan bakar diesel, di mana penyaluran produk Biosolar bersubsidi melonjak sekitar 13,9 persen pada bulan Juli.

Sebaliknya, volume penjualan varian diesel nonsubsidi yang masuk dalam Dex Series, seperti Dexlite dan Pertamina Dex, tercatat mengalami penurunan sebesar 6,4 persen.

"Secara volume-nya terjadi peningkatan biosolar juga hampir 13,9% di periode Juli saja. Ini juga sekitar bulan Juni kemarin juga terjadi peningkatan hampir sama. Pengaruhnya terhadap produk Dex series, Dexlite maupun Pertadex itu juga terjadi penurunan hampir 6,4%," kata Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author