Konsumsi Makanan Pedas Turunkan Risiko Kematian Akibat Penyakit Pembuluh Darah
Konsumsi makanan pedas sering dianggap kurang baik bagi kesehatan karena dapat memicu sakit perut hingga masalah lambung. Namun, sebuah fakta menarik dilansir dari Detik Food menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan pedas justru dapat menurunkan risiko kematian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas dalam jumlah wajar berkaitan erat dengan risiko kematian yang lebih rendah.
Meskipun hubungan tersebut belum membuktikan sebab-akibat secara langsung, para peneliti menemukan adanya kaitan antara kebiasaan mengonsumsi cabai dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Kandungan capsaicin, senyawa yang memberikan sensasi pedas pada cabai, diduga menjadi salah satu faktor yang berperan. Senyawa ini diketahui memiliki berbagai manfaat kesehatan yang masih terus diteliti, termasuk potensinya dalam mendukung umur panjang.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Chinese Medical Journal pada 2025 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan pedas setidaknya sekali dalam seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit pembuluh darah. Hal ini terlihat saat membandingkan kelompok tersebut dengan orang-orang yang jarang atau tidak pernah mengonsumsinya sama sekali.
Temuan dari riset tersebut menambah daftar panjang penelitian yang mengaitkan konsumsi cabai dengan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Hasil serupa juga terlihat dalam penelitian dari Larner College of Medicine di University of Vermont pada 2017. Penelitian itu menunjukkan bahwa orang-orang di Amerika Serikat yang mengonsumsi cabai merah pedas memiliki risiko kematian 13% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
Sementara itu, analisis yang dipresentasikan dalam American Heart Association Scientific Sessions pada 2020 menggunakan data lebih dari 570.000 orang.
Analisis tersebut menemukan bahwa konsumsi cabai secara rutin dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 25%. Penelitian yang sama juga menunjukkan risiko kematian secara keseluruhan 25% lebih rendah pada kelompok yang rutin mengonsumsi cabai. Meski demikian, para peneliti menjelaskan bahwa temuan tersebut hanya menunjukkan hubungan korelasi.
Riset ini belum membuktikan secara ilmiah bahwa makanan pedas secara langsung membuat seseorang hidup lebih lama karena faktor gaya hidup dan pola makan lainnya masih berperan.
Khasiat Senyawa Capsaicin dalam Cabai
Dikutip dari Mayo Clinic, capsaicin diketahui dapat membantu tubuh membakar lebih banyak kalori sekaligus melawan peradangan ringan yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa senyawa tersebut mampu memperbaiki sejumlah faktor risiko pada orang dengan kadar kolesterol HDL yang rendah.
"Cabai memiliki banyak manfaat yang berpotensi memperpanjang usia dan dapat dimasukkan ke dalam berbagai jenis hidangan. Capsaicin pada cabai telah terbukti dalam berbagai penelitian memiliki sifat antibakteri, antikanker, dan antidiabetes. Selain itu, senyawa ini juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol pada individu dengan obesitas," ujar Dr. Philip Goglia, ahli nutrisi terkemuka di California, Amerika.