Konflik Global Buat Jalur Dagang Energi Lumpuh dan Harga Minyak Meroket

Share

Eskalasi konflik bersenjata di wilayah Timur Tengah melumpuhkan rute utama perdagangan energi internasional. Ketegangan yang meluas menyebabkan aksi penyerangan kapal tanker minyak di Selat Hormuz serta Laut Merah makin intensif.

Dampak gangguan tersebut memicu gejolak tinggi pada harga energi dunia. Penyerangan armada laut dijadikan strategi perang ekonomi untuk menekan pergerakan dan persediaan logistik pihak lawan, seperti dilaporkan Detik Finance.

Aksi militan Iran dilaporkan meningkat sepanjang bulan ini untuk menguasai Selat Hormuz. Sementara kelompok Houthi Yaman menyasar kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah usai menerapkan embargo maritim.

Data Organisasi Maritim Internasional menunjukkan sebanyak 61 kapal niaga diserang di kawasan Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman sejak 1 Maret. Insiden tersebut menewaskan 17 pelaut serta melukai belasan korban lainnya.

"Iran dan Houthi bersama-sama kini memberikan pukulan yang sangat signifikan terhadap kepentingan nasional Amerika, perusahaan minyak Amerika, dan tentu saja Arab Saudi. Namun mereka tidak berhasil sepenuhnya menekan ekspor," kata Dimitris Maniatis, CEO dari layanan risiko maritim Marisks quoted dari CNBC, Sabtu (25/7/2026).

Krisis pasokan kian rumit akibat peperangan Rusia dan Ukraina. Pihak Ukraina mengklaim melancarkan serangan terhadap 150 lebih kapal tanker maupun kargo armada bayangan Rusia di Laut Azov serta Laut Hitam.

"Pasar minyak saat ini sedang menghadapi perang di berbagai lini," kata Helima Croft, kepala strategi komoditas global.

Tekanan geopolitik memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga menyentuh US$ 100 per barel pada perdagangan Kamis (23/7). Situasi ini membuktikan betapa rentannya rantai pasokan komoditas energi global saat ini.

"Rusia kini telah memberlakukan larangan ekspor produk dan kilang-kilang mereka telah terpukul sangat parah oleh Ukraina. Rusia adalah salah satu pengekspor produk terbesar, salah satu pengekspor diesel terbesar. Hal ini benar-benar memperketat pasar produk serta pasar minyak mentah," kata Croft.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author