New York Knicks Incar Kemenangan Ke-14 Beruntun Kontra San Antonio Spurs
New York Knicks membidik kemenangan ke-14 secara beruntun dalam babak playoff saat menjamu San Antonio Spurs pada gim ketiga Final NBA 2026 di Madison Square Garden pada Senin malam waktu setempat.
Klub asal New York tersebut kini hanya terpaut dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara liga pertama mereka dalam kurun waktu 53 tahun terakhir.
Tim asuhan Mike Brown ini menyamai rekor Chicago Bulls tahun 1993 dan Houston Rockets tahun 1995 sebagai tim yang mampu memenangi dua laga pertama Final NBA di markas lawan setelah mencuri kemenangan di San Antonio.
Sepanjang rentetan hasil positif ini, Knicks mencatatkan selisih poin tertinggi dalam sejarah pramusim NBA dengan keunggulan plus-273 angka dalam rentang 13 pertandingan.
Pada gim kedua, Karl-Anthony Towns menjadi motor serangan dengan torehan 21 poin dan 13 rebounds, disusul oleh Jalen Brunson dan Mikal Bridges yang masing-masing menyumbang 20 poin.
Sebaliknya, San Antonio Spurs bertamu ke New York dengan modal rekor enam kemenangan dan tiga kekalahan di laga tandang sepanjang babak playoff ini.
Bintang Spurs, Victor Wembanyama, mengemas 29 poin pada laga sebelumnya, sementara De'Aaron Fox menambahkan 20 poin untuk timnya yang kini tertinggal 0-2 dalam format seri ini.
Sejarah mencatat bahwa San Antonio Spurs berambisi menjadi tim keenam dalam sejarah NBA yang mampu membalikkan keadaan dan memenangi final setelah kalah di dua laga pembuka.
Di samping itu, rekor pertemuan di Madison Square Garden tidak berpihak pada tim tamu karena Spurs tercatat selalu kalah dalam enam pertandingan terakhir mereka di kota New York.
Sesi latihan intensif dan eksekusi strategi tembakan tiga angka dari sudut lapangan menjadi fokus utama persiapan kedua tim menjelang laga krusial ini.
"First of all, it’s a lot of practice. A lot of shots. It…" ujar OG Anunoby, Pemain New York Knicks.
Pertandingan ketiga Final NBA 2026 dijadwalkan berlangsung pukul 20.30 waktu timur Amerika Serikat.