KKP Targetkan 100 Kampung Nelayan Merah Putih Beroperasi Awal 2027
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan sebanyak 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dapat beroperasi pada awal 2027, setelah merampungkan pembangunan 65 titik yang ditargetkan beroperasi akhir tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan usai rapat koordinasi nasional sektor kelautan dan perikanan di Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Dilansir dari Detik Finance, saat ini sebanyak 65 KNMP telah selesai dibangun. Sakti Wahyu Trenggono memastikan bahwa infrastruktur pada puluhan titik tersebut akan berfungsi sepenuhnya pada akhir tahun 2026.
"100% beroperasi mungkin kira-kira sekitar 20% dari 65 titik. Tetapi akhir tahun ini saya jamin semuanya beroperasi 65 titik," ujar Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan.
Sementara itu, 35 titik KNMP lainnya masih berada dalam tahap konstruksi. Proses pembangunan ini ditargetkan selesai pada Agustus mendatang, dibarengi dengan penyiapan tenaga kerja untuk mengisi fasilitas tersebut.
"Awal tahun depan (100 KNMP bisa beroperasi). Kita sedang mempersiapkan tenaga kerjanya," jelas Sakti Wahyu Trenggono.
Pemerintah total telah menentukan 1.269 titik lokasi pembangunan KNMP di seluruh Indonesia. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan tematik agar fasilitas yang diberikan sesuai dengan kebutuhan spesifik di setiap wilayah.
"Jadi tidak bisa massal cara bangunnya, jad tematik disesuaikan. Ada juga titik ada satu pulau kapalnya cuma ada 80, ada 50, maka dia hanya butuh misalnya dermaga sama pabrik es. Ada juga yang lengkap butuh pabrik es, ada butuh juga cold storage," beber Sakti Wahyu Trenggono.
Sebelumnya, tantangan mengenai aksesibilitas proyek ini sempat dipaparkan dalam rapat kerja bersama DPR RI pada Kamis (11/6). Hambatan utama berupa letak geografis karena program ini menyasar kawasan terpencil dan pulau terluar.
"Akses untuk menuju ke sini kan setengah mati untuk membawa barang-barang untuk membangunnya," ujar Sakti Wahyu Trenggono.
Selain masalah logistik dan transportasi material, penyesuaian fasilitas di setiap daerah juga menjadi perhatian serius. KKP merancang proyek ini agar adaptif terhadap keperluan nelayan setempat, mulai dari penyediaan bengkel hingga stasiun pengisian bahan bakar.
"Kan itu tematik. Jadi, ada yang misalnya, oh di sini yang dibutuhkan tuh es. SPBN. sama bengkel kapal misalnya gitu.
Terus ada juga yang dia butuh juga harus ada logistiknya gitu. Tapi setidaknya hampir semua," imbuh Sakti Wahyu Trenggono.