KKI Sebut Pasien BPJS Sering Tunggu Lama di Rumah Sakit
Pasien BPJS Kesehatan sering mengalami penantian lama untuk mendapatkan perawatan maupun ruang rawat di rumah sakit, demikian disampaikan oleh Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.
Jumlah pasien BPJS yang sangat banyak membuat rumah sakit kewalahan dalam menyediakan sarana dan sumber daya manusia yang cukup untuk penanganan. Kondisi ini menyebabkan penundaan pelayanan, terutama bagi pasien yang memerlukan ruang Intensive Care Unit (ICU).
"Kalau pasien ada nunggu dua jam, tiga jam. Jangankan delapan jam, ada yang satu hari, ada yang dua hari. Karena memang ruangannya kosong, apalagi kalau membutuhkan ruang ICU," ujar Muhammad Syahril, Pimpinan KKI, dilansir dari Detik Health.
Syahril menjelaskan bahwa pasien yang merasa waktu tunggu terlalu lama, terutama yang membutuhkan ICU, memiliki opsi untuk meminta rujukan ke rumah sakit lain di daerah atau provinsi berbeda agar mendapatkan penanganan yang diperlukan.
"Boleh sekarang ini ya, rumah sakit yang ada di daerah itu atau di provinsi yang lain karena membutuhkan suatu penanganan," kata Syahril.
Menurut Syahril, bila pasien hanya bertahan di satu rumah sakit tanpa mencari alternatif lain, maka ruang ICU yang sudah penuh tidak akan tersedia untuk pasien lain yang membutuhkan.
"Soalnya, kalau hanya berkutat di rumah sakit itu, ruang ICU-nya udah penuh terus nggak bakalan, kasihan pasiennya," ujar Syahril.