Kisah Penyakit Thaun pada Zaman Rasulullah dan Penyebabnya

Share

Sejarah Islam mencatat peristiwa penyebaran penyakit tha'un yang pernah menjadi ujian besar bagi umat pada masa Rasulullah SAW, sebagaimana dilansir dari HaiBunda.

Penyakit menular ini menyebar dengan sangat cepat serta mengancam keselamatan jiwa banyak orang pada era tersebut.

Istilah tha'un merujuk pada tiga hal utama, yaitu tanda klinis medis, angka kematian yang diakibatkannya, serta faktor pemicu utama infeksi tersebut.

Rasulullah SAW mengajarkan prinsip isolasi untuk mencegah penularan. Beliau melarang umatnya memasuki daerah yang dilanda wabah maupun keluar dari wilayah terdampak.

Prinsip isolasi ini juga diterapkan Khalifah Umar bin Khattab saat membatalkan niat memasuki negeri Syam yang sedang dilanda wabah tha'un.

Ketika Abu Ubaidah RA bertanya, "Apakah kamu lari dari takdir Allah?", Umar menjawab, "Kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah".

Keputusan tersebut sejalan dengan arahan Rasulullah SAW agar orang yang sedang sakit tidak berinteraksi dengan orang sehat demi memutus rantai penularan.

Penyebab Medis dan Pandangan Bahasa

Secara medis, penyakit tha'un dipicu oleh infeksi bakteri Pasteurella Pestis yang dibawa oleh kutu anjing Xenopsella Cheopis dari darah tikus.

Penularan awal terjadi pada populasi tikus sebelum akhirnya berpindah ke manusia melalui jaringan kulit dan aliran darah.

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika kalian mendengar ada wabah tha'un di suatu tempat, maka jangan kalian masuk dan datang kesana, dan apabila terjadi disuatu tempat sedangkan kalian ada didalamnya, maka jangan kalian keluar darinya." (Muttafaqun 'alaih /HR. Bukhari dan Muslim)

Secara bahasa, tha'un memiliki akar kata yang sama dengan tha'n yang bermakna tusukan atau tobakan.

Sebuah riwayat hadis menyebutkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan faktor gaib berupa tusukan dari golongan jin kepada manusia.

Ibnu Mandzur mendefinisikan tha'un sebagai wabah penyakit menyebar merata yang merusak kualitas udara dan merusak sistem tubuh manusia.

Salah satu peristiwa terkenal adalah Tha'un Amwas di Syam dekat Palestina pada masa Khalifah Umar bin Khattab tahun 18 H yang merenggut lebih dari 25.000 jiwa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author