Kisah Candice Davis: Mengidap Sindrom HELLP Hingga Amputasi Jari
Kehamilan dan persalinan adalah dua pengalaman yang tak akan dilupakan oleh perempuan. Sayangnya, tidak semua perempuan menjalani kehamilan dan proses persalinan yang lancar.
Setidaknya itulah yang dialami Candice Davis. Perempuan asal Amerika Serikat ini mesti menjalani operasi caesar karena didiagnosis sindrom HELLP. Padahal, kehamilan pertamanya berjalan lancar hingga 11 hari sebelum tanggal perkiraan lahir.
Ancaman Tiba-Tiba di Penghujung Kehamilan
Sekitar dua minggu sebelum hari perkiraan lahir, Davis merasa mual saat duduk di tepi kolam renang. Rasa mual itu tiba-tiba berubah menjadi nyeri perut bagian atas.
Suami Davis meminta istrinya untuk memeriksakan ke rumah sakit. Davis yang bekerja sebagai perekrut untuk dokter kandungan awalnya menolak karena merasa tahu jika ada sesuatu yang serius. Tetapi ketika temannya yang juga seorang dokter kandungan, Dr. Susan Passarella, mendesaknya untuk pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD), dia akhirnya mengalah.
Di unit gawat darurat kebidanan di Baptist Hospital di Pensacola, Florida, hasil tes menunjukkan tekanan darah Davis meningkat. Dokter memutuskan untuk menahannya semalaman. Kemudian, keadaannya memburuk dengan cepat.
Rasa sakit Davis meningkat tajam. Tekanan darahnya terus naik dan kadar enzim hatinya meroket. Dalam waktu dua jam setelah kedatangan, tim medisnya ingin melakukan induksi persalinan.
Davis berharap bisa melahirkan secara alami. Tetapi karena kondisinya terus memburuk, ia disarankan untuk melahirkan bayinya melalui operasi caesar.